Berita

ilustrasi/Net.

Tekno

Rusia Mulai Rakit Mobil Aurus di UEA

RABU, 15 NOVEMBER 2023 | 09:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Merek mobil mewah asal Rusia, Aurus, telah memulai perakitan di Uni Emirat Arab (UEA) sebagai upaya meluaskan pasarnya ke luar negeri.

Menurut pernyataan Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, produksi dimulai dengan sedan eksekutif, Aurus Senat. Sedan ini dipopulerkan sebagai limosin resmi Presiden Vladimir Putin.

Selain itu, ada juga rencana untuk memperluas produksi ke SUV Aurus Komendant di kemudian hari, meski tidak ada jangka waktu yang ditentukan.


"Ada juga rencana untuk membuka pusat dealer penjualan dan kustomisasi mobil Aurus untuk pembeli di UEA," kata Manturov, seperti dimuat RT, Selasa (14/11).

Menurutnya, UEA akan menjadi hub pasokan kendaraan mewah Rusia di Timur Tengah.

“Kami sedang mempertimbangkan perluasan. Pertama, kami akan memantapkan diri kami di sini di UEA, dan kemudian kami akan bergerak maju,” katanya, menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan pembukaan showroom Aurus di Arab Saudi.

Sebelumnya, Manturov mengatakan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara dipandang sebagai tujuan utama ekspor mobil Aurus di masa mendatang.

Aurus merupakan lini kendaraan mewah yang diciptakan pada tahun 2013 atas perintah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia dengan tujuan menggantikan armada mobil yang sebagian besar buatan luar negeri yang digunakan oleh pejabat tinggi Rusia.

Merek ini memulai debutnya saat pelantikan Putin pada Mei 2017. Namun, kemudian diputuskan bahwa mobil tersebut akan tersedia untuk masyarakat umum baik di pasar luar negeri maupun dalam negeri.

Menurut situs dealer Panavto, sedan Aurus Senat bisa ditebus mulai dari 443.700 dolar AS dan untuk Aurus Komendant 447.000 dolar AS.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya