Berita

Bacapres Ganjar Pranowo/RMOL

Politik

Pernah Tolak Timnas Israel, Dukungan Ganjar untuk Palestina Bukan Soal Elektoral

MINGGU, 12 NOVEMBER 2023 | 02:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Jurubicara Tim Pemenangan Nasional (TMN) Ganjar-Mahfud, Haris Pertama menegaskan bahwa Ganjar Pranowo adalah bakal calon presiden (bacapres) yang paling berpihak pada upaya kemerdekaan Palestina.

Menurut Haris, Ganjar telah menunjukkan ketegasan dan keberpihakannya pada kemerdekaan Palestina jauh-jauh hari dibanding bacapres lainnya.

“Capres Ganjar Pranowo lebih tegas memberikan suatu pesan keberpihakan kepada Palestina dan mendukung kemerdekaan Palestina,’’ kata Haris, di Jakarta, Sabtu (11/11).


Salah satunya, lanjut Haris, adalah saat Ganjar menentang partisipasi Timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang saat itu hendak digelar di Indonesia. Sikap itu, disebut Haris bisa menjadi manifestasi dari visi yang konsisten.

Artinya, penolakan Ganjar atas hadirnya Timnas Israel saat itu adalah sikap seorang negarawan.

“Kalau berpikir soal elektoral, mungkin lebih baik dia diam. Tetapi, dia tegas mengatakan bagi dia sebagai negarawan bukan soal elektoral, melainkan soal sikap,” ungkap dia.

“Saya kira itu sebagai bentuk dari pada ketegasan dia dalam menegakkan konstitusi kita, UUD 1945,’’ tegas Haris sembari mengecam keras terjadinya genosida dan tragedi kemanusiaan di Palestina.

Haris mendukung upaya-upaya pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam upaya diplomasi agar Palestina diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

“Kami dari Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud mendukung penuh upaya konsisten pemerintah dalam mencari solusi penyelesaian konflik di Palestina, juga dalam mengirimkan bantuan kemanusiaannya,’’ jelas Haris.

Bahkan Haris pun menyampaikan dukungan penuh terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengeluarkan Fatwa Nomor 83/2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina.

“Pada prinsipnya, kami dari TPN Ganjar-Mahfud sangat mendukung Fatwa MUI itu,’’pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya