Berita

Rosdiansyah/Ist

Publika

Niru Cara Bongbong Pinoy

OLEH: ROSDIANSYAH
SABTU, 11 NOVEMBER 2023 | 05:14 WIB

PEMILU Presiden Filipina tahun 2022 telah memenangkan pasangan calon (paslon) Ferdinand "Bongbong" Romualdez Marcos Jr dan Sara-Duterte Carpio. Bongbong putra kedua diktator Filipina Ferdinand Marcos.

Usai revolusi 'People Power' 1986, keluarga Marcos melarikan diri ke Hawaii. Namun, setelah kematian Marcos Senior tahun 1989, keluarga ini diperbolehkan Presiden Corazon Aquino, untuk kembali ke Filipina.

Sejak itu, Marcos Junior (Bongbong) mulai terjun ke dunia politik di Filipina. Pelan namun pasti, ia menjadi politikus lalu senator, selanjutnya jadi capres Filipina 2022. Berpasangan dengan Sara-Duterte Carpio sebagai calon wakil presiden. Sara putri Rodrigo Duterte, penguasa Filipina saat Pemilu berlangsung.


Bongbong memperoleh dukungan penuh Rodrigo Duterte, ayah Sara. Jaringan Duterte memainkan peran penting terutama memperkuat upaya semua fakta kebobrokan zaman ayah Bongbong dulu. Tim kampanye Bongbong memakai media sosial untuk mendistorsi sejarah kelam pemerintahan diktator Marcos.

Bongbong tahu, sebagian besar pemilih Pilpres Filipina adalah anak muda. Mereka belum lahir ketika diktator Marcos berkuasa dengan tangan besi.

Kemenangan Bongbong juga bisa dilihat dari dukungan warga daerah asal keluarga Marcos. Berkat tim media Bongbong, keluarga ini terpoles seolah tak punya dosa masa lalu. Mereka mengubah gambaran zaman Marcos lewat trik distortif. Tak sesuai fakta sejarah. Bahwa fakta sejarah menunjukkan Filipina era Marcos justru berada di titik nadir demokrasi, pelanggaran HAM berat serta korupsi merajalela.

Bongbong memframing ulang semua itu. Hasilnya, pemilih Filipina menganggap zaman Marcos sebagai abad keemasan.

Trik framing ulang ternyata juga dilakukan di Indonesia saat ini. Caranya, melalui survei menilai hasil kinerja rezim. Survei ini telah digelar beberapa waktu lalu. Tujuannya, memframing ulang kinerja rezim.

Hasil survei menyebut masyarakat puas pada kinerja rezim, lalu survei pun disebar agar publik percaya keberhasilan rezim. Padahal, fakta terjadi sebaliknya. Masyarakat justru merasa kinerja rezim tak beres. Terbukti dari harga kebutuhan pokok yang acap tak terkendali.

Cara pikir pendukung Bongbong-Duterte juga sangat mirip dengan cara pikir pendukung status-quo di Indonesia. Pendukung Duterte dan Bongbong menganggap hasil kerja rezim yang sedang berkuasa sudah baik, maka perlu dilanjutkan.

Idem ditto dengan para pendukung status-quo disini yang ingin melanjutkan zona nyaman mereka melalui klaim, bahwa situasi sudah baik. Tak ada kekurangan apalagi kesalahan.

Kesamaan-kesamaan itu jelas bukan kebetulan belaka. Realpolitik antara Filipina dan Indonesia relatif sama, ketika rezim penguasa ingin tetap mempertahankan kekuasaan dengan segala cara. Termasuk cara memanipulasi sejarah kepada Generasi Z, meninabobokan generasi pemilih pemula dengan konten-konten gemoy di media sosial dan melabrak aturan main.

Penulis adalah peneliti di Surabaya

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya