Berita

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR/Ist

Politik

Survei Poltracking: Anies-Muhaimin Tempel Ketat Elektabilitas Ganjar-Mahfud

JUMAT, 10 NOVEMBER 2023 | 15:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menempati urutan teratas dengan elektabilitas tertinggi dari dua pasangan kandidat lainnya. Yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Begitu temuan survei terbaru Poltracking Indonesia bertajuk “Peta politik elektoral Pilpres 2024 Pasca Pendaftaran Resmi Pasangan Capres-Cawapres” yang dirilis pada Jumat (10/11).

“Pada simulasi surat suara 3 nama calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh angka elektabilitas (40,2 persen), diikuti Ganjar Pranowo-Mahfud MD (30,1 persen), dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (24,4 persen),” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR saat memaparkan hasil surveinya.


Sementara sisanya, sekitar 5,3 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan atau tidak tahu dan tidak menjawab.  

Hanta Yuda menambahkan, dari angka tersebut, tren elektabilitas Prabowo-Gibran tercatat mengalami kenaikan sekitar 9,5 persen. Sedangkan Ganjar-Mahfud mengalami penurunan sekitar 1,5 persen.

Sementara, Anies-Muhaimin justru mengalami kenaikan sekitar 6,0 persen. Tren naik-turun ketiga bakal capres-cawapres ini tercatat sejak September hingga November 2023.

“Jadi kalau kita lihat ini kisarannya, margin antara pasangan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud itu agak merenggang, menjauh sedikit. Di saat yang sama Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies-Muhaimin itu mendekat jaraknya," kata Hanta Yuda.

"Kalau kita gunakan margin of error tadi 2,9 persen plus minus, ini bisa bertemu antara Ganjar dan Anies Baswedan, plus minus 2 persen gitu kira-kira,” sambungnya.

Survei Poltracking Indonesia digelar pada medio 28 Oktober-3 November 2023 ini melibatkan 1220 responden. Survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya