Berita

Rekaman percakapan anggota Komisi III DPR RI, AD dengan pejabat teras Lampung Utara terkait aduan kasus dugaan gratifikasi Bimtek Pratugas Kades Lampung Utara/Repro

Nusantara

Beredar, Rekaman Anggota DPR dan Pejabat Lampura terkait Kasus Gratifikasi Bimtek Kades

KAMIS, 09 NOVEMBER 2023 | 21:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Beredar rekaman percakapan diduga anggota Komisi III DPR RI, AD bersama pejabat teras Lampung Utara, MK terkait kasus dugaan gratifikasi Bimtek Pratugas Kades di Lampung Utara.

Rekaman percakapan ini beredar luas di tengah kasus yang masih berproses di Kejaksaan Negeri Lampung Utara.

Mengutip Lintas Lampung yang merupakan anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), percakapan berdurasi lebih dari tiga menit itu, mengungkap kronologis pemberian uang kepada seorang perantara yang diduga anggota DPRD Lampura inisial GL sebagai upaya menutup kasus.


Masih dalam percakapan itu, MK meminta pendapat kepada AD dalam menghadapi kasus tersebut.

Kepada MK, AD sempat bertanya terkait uang Rp1,5 miliar yang diberikan kepada GL atas perintah siapa.

Begini Pak Asisten I, uang itu dikasih benar enggak Rp1,5 M? Jadi dikasih ke GL, kenapa enggak ke Kapolres?” tanya AD dalam rekaman percakapan tersebut dikutip dari Lintas Lampung, Kamis (9/11).

Mendengar pertanyaan tersebut, MK menjelaskan peran GL adalah sebagai perantara.

Iya. Karena beliau inilah yang memfasilitasi,” jawabnya.

Sebelum penyerahan uang Rp1,5 miliar tersebut, lanjutnya, oknum anggota DPRD Lampura itu disebut sudah berada di kediaman Sekda Lekok. Di lokasi itu, strategi penyerahan uang juga didiskusikan.

Beliau sebelum ngasih itu, Guntur ada di rumah Pak Sekda. Ada strategi penyerahannya. Kenapa? Karena bahasa GL ini bahaya, saya juga ketakutan, ini bahaya. Kalau begini nanti ketahuan. Kita ini mungkin saja bisa di OTT orang. Keluar dari rumah Pak Sekda, Pak Sekda ngasih uang 300 (juta). Keluar dari situ kami janjian ketemuan di kali berantas (irigasi way rarem) kami ketemu disitu,” beber MK.

Uang yang berhasil dikumpulkan MK jumlahnya Rp1,250 miliar. Agar uang tersebut genap menjadi Rp1,5 miliar, MK akhirnya meminjam uang oknum anggota DPRD inisial GL senilai Rp250 juta.

Saya janjikan 7 hari. Baru saya selesaikan, nah jadi uang itu saya lihat bungkus Pak, tapi enggak saya hitung lagi karena posisinya sudah di mobil. Tapi kantong asoy (plastik) itu saya lihat. Ada di jok mobil, 250 (juta). Jadi 1,250 (miliar) ditambah 250 (juta), saya anggap bahwa itu cukup. Karena uang yang dua setengah (250 juta) seminggu kemudian saya kembalikan, saya antar ke GL. Akhirnya saya ngutang duit itu,” tuturnya masih dalam rekaman tersebut.

Awak media berusaha mengonfirmasi anggota DPRD Lampura inisial GL dimaksud. Namun pesan WhatsApp belum mendapat respons.

Sementara Kantor Berita Politik RMOL turut mengonfirmasi kebenaran rekaman tersebut kepada anggota Komisi III DPR RI berinisial AD yang tak lain Arteria Dahlan. Saat dikonfirmasi, politisi PDIP ini membenarkan isi rekaman yang beredar luas tersebut dirinya.

"Iya, mereka datang ke saya. Lapor sudah kasih uang Rp1,5 (miliar). Mereka korban. Saya sudah sampaikan ke Pak Kapolda lama untuk dicari jalan keluar karena merusak nama institusi," jelas Arteria Dahlan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/11).

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya