Berita

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat bertarung di Pilgub DKI Jakarta 2017/Net

Politik

Menangkan Pilpres, Amin Diminta Tiru Prinsip Anies-Sandi di Pilgub DKI

KAMIS, 09 NOVEMBER 2023 | 10:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Amin bisa mencontoh lima prinsip pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub 2017 silam.

Hal ini disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera melalui video singkatnya yang diunggah lewat akun media sosial X miliknya, Kamis (9/11).

Mardani membeberkan, lima prinsip tersebut adalah meluruskan niat, memetakan jalan, membangun barisan, menyiapkan strategi yang tepat dan bertawakal.


"Dengan niat yang lurus kita tidak merasa baperan dan caperan, tetapi kerja yang tekun karena ada yang di atas yang selalu lihat kita," kata Mardani.

Sementara untuk pemetaan jalan, Mardani menyebut, pasangan Amin harus cermat menyisir wilayah hijau, kuning dan merah. Hijau itu artinya daerah tersebut memiliki basis yang kuat, kuning artinya fifty-fifty, sedangkan merah wilayah kuat kompetitor.

"Kita suka sebut kalau buat acara di tempat hijau itu seperti reunian, enak rame kumpul. Tapi 4L, lo lagi lo lagi. Namun kalau di kuning berat, tapi hasilnya bagus," kata Mardani.

Adapun soal membangun barisan berbeda dengan mengumpulkan kerumunan. Sehingga Anies-Muhaimin harus pintar dalam memilih orang-orang yang siap berjuang dalam tim pemenangan.

Selanjutnya, strategi yang tepat juga penting diperhitungkan karena bersinggungan dengan kemampuan logistik. Jangan karena semangat dan ngegas di awal, namun ketika mau finis bensinnya malah habis. Inilah yang disebut nyaris menang tapi kenyataannya kalah.

"Terakhir, ikat dengan tawakal. Habis itu banyak doa. Allah yang memberi kemenangan, Allah yang memudahkan, Allah yang melembutkan," tutup Anggota Komisi II DPR RI itu.




Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya