Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Nong Rong/Net

Dunia

Bereaksi, China Desak Myanmar Jaga Stabilitas di Wilayah Perbatasan

SENIN, 06 NOVEMBER 2023 | 22:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelombang pertempuran antara pasukan junta Myanmar dan pemberontak di wilayah perbatasan membuat China bereaksi.

Pasalnya, serangan rudal yang diluncurkan junta Myanmar beberapa pekan terakhir telah melewati perbatasan dekat wilayah China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Nong Rong pun mendesak junta Myanmar segera bekerja sama dengan Beijing agar stabilitas di sepanjang perbatasan terjaga. Hal itu disampaikan Rong saat kunjungannya ke Myanmar pada 3 hingga 5 November 2023.


"Myanmar diminta untuk bekerja sama dengan China menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan China-Myanmar," kata Rong dikutip dari Reuters, Senin (6/11).

Ia menegaskan, China siap menjadi penengah agar semua pihak yang berkonflik di Myanmar bisa berdialog mencapai rekonsiliasi.

"Kami mendesak semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran, menyelesaikan perbedaan secara damai melalui dialog dan konsultasi, dan menghindari eskalasi,” tegasnya.

Myanmar bergejolak sejak kudeta militer pada Februari 2021 yang menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. Dalam gejolak ini, China merupakan salah satu negara yang menolak pemberian sanksi pada junta Myanmar.

Namun demikian, hubungan China dengan Myanmar mulai tegang setelah serangan udara junta mengenai sisi perbatasan Beijing. Pada Sabtu (4/11), satu warga negara China tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya