Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Jokowi Membahayakan Dirinya dan Bangsanya

OLEH: ADIAN RADIATUS*
SENIN, 06 NOVEMBER 2023 | 12:40 WIB

KEBERANIAN Presiden Joko Widodo untuk melintas batas politik kekuasaan, dapat terjadi sebenarnya karena dukungan sistem kekuasaan yang bersedia di bawah kendalinya selama ini. Hal ini merupakan akibat kehendak jalan pintas mencari "aman" bagi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dengan dalih percepatan pembangunan, percepatan penanganan dan pemulihan pandemi, juga atas nama reformasi hukum dan politik, maka bergulirlah semua UU serta 'izin' atas nama kebijakan presiden berlabel aman terkendali.

Namun dalam banyak dampak dan kasus, sesungguhnya kebijakan-kebijakan itu berada di tengah rimba belantara koruptif dan korupsi. Pada gilirannya berujung 'saling sandera' dan berdampak pada carut marutnya kekuatan kekuasaan yang tengah kita saksikan lewat drama Mahkamah Konstitusi (MK) terkini.


Sangat tragis, justru di kala perjuangan kuat reformasi yang berimplementasi pada amandemen UUD 1945 dimana ternyata dan terbukti hasilnya sangat amat disesalkan, karena muatannya minus karakter dan jiwa kebangsaan yang ditorehkan oleh para pendiri negara ini.

Isi di dalam amandemen tersebut lebih banyak muatan dendam politis ketimbang kekuatan ideologis NKRI. Dan semakin menuju ke penghujung kekuasaan Jokowi, semakin nyata implementasi buruknya. Sehingga kembali ke UUD 1945 asli menjadi tugas kewajiban kita semua.

Di sisi lain, Jokowi seperti menunjukan gejala 'ketagihan berkuasa' atau 'addiction reigns supreme'. Yakni suatu sindrom psikologis yang tentunya cukup berbahaya bilamana instrumen demokrasi yaitu partai politik dan lembaga tinggi negara lainnya justru memberikan akses legalisasi pada cara kekuasaan itu.  

Situasi ini tentu saja sangat amat tidak sesuai marwah demokrasi Pancasila, dimana sangat menjauhi cara-cara nepotisme bernapas kolusi bernuansa koruptif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang sehat dan kuat.

Kini, dengan telah terjadinya perilaku tidak tahu malu dan tidak tahu diri oleh Hakim MK itu, merujuk keterlibatan jajaran keluarga menjadi catatan yang penuh kontroversi dan akibatnya terganggunya sistem kepercayaan mulia rakyat terhadap individu penguasa serta lembaga hukum tertinggi yang bertugas menjaga konstitusi bersama.

Bagaimanapun sepak terjang perpolitikan Tanah Air yang terjadi beberapa tahun terakhir ini menunjukan stagnansi kemandirian lembaga negara terhadap pihak Istana. Sehingga tentu saja Presiden Jokowi tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena seperti tercatat dalam banyak sejarah kepemimpinan suatu negara.

Dan meskipun langkah-langkah yang diperankan Presiden Jokowi demi maksud suksesi kepemimpinan, namun tanpa sadar situasi yang tercipta selain dapat membahayakan dirinya sendiri tapi juga bangsanya bilamana tidak dpulihkan secara 'rule of the law' bagi rasa keadilan rakyat banyak.

*Penulis adalah pemerhati sosial politik

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya