Berita

Mahardhika Soekarno Putra

Politik

Cucu Soekarno: Dikotomi Orde Baru dan Orde Lama Menghabiskan Energi Bangsa

SENIN, 06 NOVEMBER 2023 | 08:03 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Mahardhika Soekarno Putra menyayangkan pernyataan Ketua  PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat tentang New Orde Baru. Menurut cucu Presiden Soekarno itu, dikotomi antara Orde Baru dan orde sebelumnya (Orde Lama) seharusnya sudah selesai.

“Membicarakan dikotomi tersebut hanya menghabiskan energi bangsa,. Seharusnya kita bersama-sama menatap ke depan untuk membangun Indonesia yang lebih maju,” ujarnya kepada redaksi.

Pernyataan Djarot tentang Neo Orba itu merujuk pada pasangan yang Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka anak dari Presiden Joko Widodo.


Kehadiran Gibran di bursa pemilihan presiden mendatang dipandang kontroversial dan tidak wajar. “Karpet merah” yang diberikan Mahkamah Konstitusi untuk Gibran dinilai sebagai bagian dari keinginan Jokowi dan keluarganya untuk membangun dinasti politik yang bahkan lebih hebat dari era Presiden Soeharto.  

Mahardhika yang bisa disapa Didi adalah salah seorang Wakil Sekjen Gerindra dan calon anggota legislatif di daerah pemilihan Jawa Timur 6 yang meliputi Blitar, Kediri, dan Tulung Agung.

Menurut pandangannya, periode kepemimpinan para pemimpin bangsa merupakan sunatullah atau kehendak Allah yang memang harus dijalani.

“Setiap pemimpin hakekatnya adalah orang yang terpilih pada jamannya. Setiap era akan melahirkan pemimpinnya sekaligus juga melahirkan generasinya,” ujar Didi lagi.

Dia mengajak semua pihak untuk melanjutkan semua legacy yang terbaik dari para pemimpin bangsa.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya