Berita

Pasangan bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menuju KPU, Rabu (25/10)/Ist

Politik

Prabowo-Gibran Pasangan Ambisius Kejar Kekuasaan

MINGGU, 05 NOVEMBER 2023 | 07:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan dianggap sebagai pasangan yang ambisius mengejar kekuasaan dan representasi sebagai dinasti politik.

Demikian pandangan Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/11).

Saiful mengungkap bahwa pasangan Prabowo-Gibran memiliki kelebihan dan kekurangan.


"Kelebihan pasangan Prabowo Gibran merupakan pasangan yang akan memiliki kekuatan dan sokongan dari kekuasaan yang masih menjabat," kata Saiful

Kelebihan berikutnya kata Saiful, akan banyak pengusaha yang berpotensi untuk memberikan dukungan, baik suara maupun finansial kepada pasangan Prabowo-Gibran.

Kelebihan lainnya, akan banyak kalangan milenial atau anak-anak muda yang akan memberikan dukungan kepada Prabowo-Gibran, karena mereka merasa terwakili melalui Gibran.

Sedangkan kekurangan pasangan Prabowo-Gibran kata Saiful adalah, publik merasa pasangan tersebut sebagai representasi dinasti politik, yang melanggengkan kekuasaan Joko Widodo dalam pemerintahan.

"Kemudian kelemahan berikutnya juga publik akan menilai Prabowo dan Gibran pasangan yang ambisius mengejar kekuasaan, Prabowo kita tahu telah berulangkali kalah dalam kontestasi, kemudian Gibran yang baru seumur jagung memimpin Solo sudah loncat untuk mencalonkan wakil presiden dari Prabowo," terang Saiful.

Selain itu menurut Saiful, Prabowo-Gibran akan memperebutkan suara yang relatif sama dengan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Mengingat, Ganjar dan Gibran sama-sama berasal dari PDI Perjuangan.

"Bahkan Prabowo juga lebih dekat kepada kaum nasionalis, sehingga sulit untuk masuk ke pemilih kanan yang berasal dari NU maupun Muhammadiyah misalnya," pungkas Saiful.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya