Berita

Presiden Joko Widodo usai melepas bantuan tahap pertama Indonesia untuk Palestina di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (4/10)/RMOL

Politik

Warga Palestina Butuh Banyak Obat dan Air Bersih, Pemerintah Siapkan Bantuan Bertahap

SABTU, 04 NOVEMBER 2023 | 23:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Bantuan untuk warga Palestina yang tengah menghadapi gempuran pasukan Israel, bakal dikirim Pemerintah Indonesia secara bertahap. Barang-barang yang dikirim sebagai bantuan terutama adalah kebutuhan penting warga Palestina.

"Akan ada berapa batch (tahap) bantuannya (dari Indonesia untuk Palestina)," ujar Presiden Joko Widodo, saat melepas bantuan tahap pertama Indonesia ke Palestina, di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/11).

Dia menjelaskan, pada tahap pertama penyerahan bantuan yang dikirim hari ini sebanyak 51,5 ton. Bantuan bersumber dari pemerintah dan lembaga kemanusian dalam negeri seperti Baznas, IHA, PMI, dan Kita Bisa.


"Dan kita harapkan tahap kedua sesegera mungkin," sambung Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mendapat informasi mengenai barang-barang yang dibutuhkan warga Palestina di kondisi agresi militer Israel sekarang ini.

Beberapa di antaranya, menurut dia, cukup penting dan sangat dibutuhkan untuk warga Palestina.

"Kebutuhan yang ada di Gaza misalnya penjernih air minum, yang di sana banyak sekali kesulitan mengenai air bersih. Ini kita siapkan," tuturnya.

"Kemudian juga alat-alat medis yang diperlukan yang sangat penting yang dibutuhkan RS di Gaza, juga disiapkan selain bahan-bahan makanan yang memang juga diperlukan, termasuk di dalamnya obat-obatan," demikian Jokowi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya