Berita

Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian, Taufik Andrie/Net

Politik

Imbas Konflik Palestina-Israel, Pengamat: Waspada Ancaman Teroris di Tanah Air

SABTU, 04 NOVEMBER 2023 | 20:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Konflik peperangan antara Palestina dan Israel berpotensi memunculkan reaksi yang beragam dari berbagai kalangan. Salah satu di antaranya adalah kalangan radikal atau garis keras.

"Karakter garis keras di Indonesia itu selalu reaktif dalam menyikapi peristiwa global. Spektrum dan gradasi reaksinya bisa bermacam-macam," kata Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian, Taufik Andrie di Jakarta, Sabtu (4/11).

Reaksi tersebut, kata Taufik, mulai dari dukungan moral dan finansial terhadap Palestina di media sosial, kecaman terhadap Israel, ajakan aksi boikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel dan para pendukungnya


"Bahkan bisa saja terjadi potensi aksi terorisme di Tanah Air," kata Taufik.

Taufik mengaku sepakat dengan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberi arahan kepada personelnya agar waspada terhadap sel-sel tidur terorisme sehubungan dengan pecahnya perang Israel-Palestina.

"Bagaimanapun, dengan statement Kapolri tersebut, masyarakat dan aparat lebih aware dan agar tidak across the line. Dalam situasi seperti sekarang ini, make sense jika kewaspadaan ditingkatkan," kata Taufik.

Sebab, menurut Taufik, selama ini Indonesia sangat sensitif terhadap isu Israel-Palestina.

Potensi aksi terorisme itu, sambung Taufik, bisa terjadi di mana saja. Termasuk kantor-kantor pemerintahan di Jakarta dari negara-negara yang mendukung aksi penyerangan Israel ke Palestina.

"Apalagi, Indonesia tengah menghadapi pesta demokrasi Pemilu 2024. Potensi itu patut menjadi kewaspadaan semua pihak," kata Taufik.

Taufik melanjutkan, meskipun di lapangan, jaringan-jaringan terorisme sudah mulai melemah sejak aksi penangkapan oleh Densus Antiteror 88 pada 2018 hingga sekarang. Namun, potensi terorisme itu masih ada.

Sebagaimana diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi arahan kepada personelnya agar waspada terhadap sel-sel tidur terorisme sehubungan dengan pecahnya perang Israel-Palestina.

Arahan Kapolri itu disampaikan saat acara Apel Kasatwil 2023 di Jakarta, Rabu lalu (1/11).

Pada kesempatan tersebut, Sigit menyampaikan, sudah 57 orang ditangkap terkait terorisme pada beberapa waktu terakhir.

Untuk itu, polisi harus mengantisipasi teror agar agenda pemilu dan pembangunan dapat berjalan lancar. Polisi juga harus mewaspadai munculnya sel-sel tidur yang terafiliasi dengan teroris.



Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya