Berita

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar sesi Thought Leadership Forum (TLF) bersama perwakilan dari KLHK, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, Kamis 2 November 2023/Net

Bisnis

Kejar Target FOLU Net Sink 2030, Produsen Baja Dukung Pengelolaan Hutan Lestari

SABTU, 04 NOVEMBER 2023 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen baja nasional PT Gunung Raja Paksi (GRP) menjadi salah satu perusahaan yang sangat mendukung program pengelolaan hutan lestari. GRP melihat program tersebut sebagai upaya menjaga keberlanjutan hutan Indonesia dan mencapai target FOLU Net Sink 2030 yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Hadir dalam sesi Thought Leadership Forum (TLF) yang diselenggarakan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN),  GM Corporate Planning and Sustainability GRP Sheren Omega menyatakan salah satu pilar inti ESG (Environment, Social, and Governance) yang dipegang teguh oleh perusahaan adalah berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

"Kami berkomitmen untuk berpartisipasi dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan alam dan mendukung langkah-langkah aktif dalam pengelolaan hutan yang bertanggung jawab," ujar Sheren melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.


Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia serta beberapa pemangku kepentingan terkait lainnya.

Sheren mengatakan ada keselarasan visi perusahaannya dengan YKAN, yang mendedikasikan untuk mempromosikan praktik-praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Direktur Program Terestrial Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Ruslandi mengatakan pihaknya mendorong penerapan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dengan mengembangkan peranti yang mendukung praktik rendah emisi. Salah satunya lewat pengenalan metodologi Reduced Impact Logging-for Climate Change Mitigation (RIL-C) yang berpotensi mengurangi emisi karbon dari kegiatan pemanenan kayu hingga 40 persen.

Telah aaa 27 perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang diberi pendampingan dan dukungan teknis.

"Salah satunya juga pendampingan akan intensif dilakukan kepada PT Wana Bakti Persada Utama (WBPU) dalam mengelola 44.402 hektare wilayah konsesi PBPH di Kalimantan Timur," ucap Ruslandi.

Sebagai organisasi nirlaba berbasis ilmiah, YKAN berkomitmen melindungi wilayah daratan dan perairan di Indonesia melalui pendekatan non konfrontatif dan mengedepankan kemitraan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya