Berita

Kegiatan di pabrik PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP)/Net

Bisnis

Emiten PMMP Favorit Kaeasang Pangarep Kantongi Pendapatan Rp 2,4 Triliun

RABU, 01 NOVEMBER 2023 | 18:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan pengolahan makanan beku berbasis udang, berhasil mengantongi pendapatan usaha mencapai Rp 2,4 triliun pada kuartal III-2023.

Perusahaan ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,4 persen dalam pembukuan pendapatan usahanya, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat hanya Rp 2,2 triliun.

PMMP didirikan pada 1997 dan mulai beroperasi secara penuh pada 2004, dengan memiliki sebuah fasilitas produksi yang berlokasi di Situbondo, Jawa Timur.


Dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Rabu (1/10), PMMP juga melaporkan laba bersih sebesar Rp 76 miliar pada kuartal III-2023, turun sebesar 44,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

PMMP, yang dikenal sebagai salah satu emiten favorit Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo ini, memiliki posisi yang semakin kuat di industri itu.

PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat), yang merupakan perusahaan yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep, memiliki 8 persen saham PMMP. GK Hebat sendiri berperan sebagai akselerator untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pengolahan makanan dan minuman.

Selain peningkatan pendapatan, PMMP juga mencatatkan laba kotor sebesar 24,7 juta dolar AS pada kuartal III-2023, menurun sebesar 19,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 30,8 juta dolar AS.

Pertumbuhan penjualan PMMP selama periode Januari hingga September 2023 didorong oleh peningkatan penjualan ekspor, terutama produk Vannamei Shrimp, yang mengalami peningkatan sebesar 7,3 persen (year on year) menjadi 137,1 juta dolar AS dari 127,8 juta dolar AS.

Dalam hal neraca keuangan, total aset PMMP per 30 September 2023 ini diketahui meningkat menjadi 298,7 juta dolar AS (Rp 4,7 triliun).

Sementara total liabilitas telah turun menjadi 212,7 juta dolar AS dari 216,2 juta dolar AS, dengan ekuitas meningkat menjadi 86 juta dolar dari 81,3 juta dolar pada Desember 2022, seperti dikutip dari Investor.

Keberhasilan kinerja PMMP ini disebut juga didukung oleh beroperasinya pabrik terbaru mereka sejak awal Juli 2023. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan volume penjualan perusahaan hingga akhir tahun 2023.

Direktur Utama PMMP, Martinus Soesilo, menjelaskan bahwa pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk memanfaatkan pemulihan ekonomi yang diharapkan terjadi pada tahun-tahun mendatang.

"Selama tahun 2022 hingga awal 2023, resesi di Amerika Serikat telah menghadirkan tantangan besar bagi perusahaan. Namun, kami percaya bahwa kondisi ekonomi akan membaik secara bertahap pada tahun-tahun mendatang. Kami ingin dapat memanfaatkan peluang ini dan mengambil langkah-langkah strategis tepat waktu," kata Martinus.

Selain itu, PMMP juga sedang memulai ekspor produk-produk baru selain udang, seperti ikan salmon dan pacific cod, yang termasuk dalam kategori coldwater fish ke AS.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya