Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pakistan Deportasi 104 Ribu Pengungsi Ilegal ke Afghanistan

RABU, 01 NOVEMBER 2023 | 16:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Secara sukarela, ratusan warga Afghanistan kembali kembali ke negara asal mereka dari Pakistan melalui jalur perbatasan Torkham.

Wakil Komisaris Pakistan, Abdul Nasir Khan pada Rabu (1/11) mengatakan bahwa dalam dua minggu terakhir telah ada 104.000 pengungsi tanpa dokumen kembali ke Afghanistan.

"Warga negara Afghanistan telah melakukan perjalanan dari seluruh Pakistan hingga melintasi perbatasan," ungkapnya, seperti dimuat The Straits Times.


Batas waktu Pakistan untuk mengusir semua imigran tidak berdokumen, termasuk ratusan ribu warga negara Afghanistan, akan berakhir pada malam hari ini.

Oktober lalu, Pakistan memperingatkan akan mengusir semua imigran tidak berdokumen, termasuk ratusan ribu warga negara Afghanistan, yang tetap tinggal di negara tersebut setelah 1 November.

Pemerintah mengatakan operasi untuk menangkap dan mengusir orang-orang akan dimulai pada hari Kamis.

Lebih dari empat juta warga Afghanistan tinggal di Pakistan, dan sekitar 1,7 juta di antaranya tidak memiliki dokumen.

Banyak dari mereka adalah keluarga yang melarikan diri selama puluhan tahun konflik yang dialami Afghanistan sejak akhir tahun 1970an dan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada tahun 2021.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya