Berita

Pengacara asal Sumsel, Anto Astari/RMOLSumsel

Nusantara

RMKE Lewat Hotman Paris Layangkan Somasi ke RMOL, Pengacara Asal Sumsel Ini Siap Lawan

RABU, 01 NOVEMBER 2023 | 15:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

RMK Energy (RMKE) melalui kuasa hukumnya, Hotman Paris & Partners melayangkan somasi kepada Kantor Berita RMOLnetwork terkait pemberitaan mengenai pelanggaran lingkungan.

Pemberitaan itu diulas  mendalam oleh Kantor Berita RMOLSumsel yang kemudian diikuti oleh Kantor Berita RMOLNetwork di seluruh Indonesia.

Pengacara asal Sumatera Selatan (Sumsel), Anto Astari yang membela RMOLSumsel untuk menanggapi somasi RMKE tersebut siap melawan somasi tersebut. Dia menilai, somasi tersebut tak ubahnya sebagai pembungkaman dunia pers.

"Setelah kami lakukan pendalaman (atas somasi), terlihat jelas ini sebagai upaya cari selamat dengan membungkam kebebasan pers," ungkap Anto dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Rabu (1/11).

Dia meyakini jika kliennya telah melakukan tugas jurnalistik yang sesuai dengan UU 40/1999 tentang Pers, Kode Etik jurnalistik dan aturan-aturan yang terkait dalam kapasitas pemberitaan yang proporsional.  

Sehingga menurutnya, somasi bahkan ancaman RMKE untuk membawa sengketa pers ini ke ranah pidana dan perdata justru dinilai sebagai guyon, yang menghilangkan substansi pemberitaan yang seharusnya dipahami oleh semua pihak sebagai kontrol sosial.

"Klien kami memiliki sejumlah bukti pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan, mendapat wawancara dan konfirmasi regulator, namun ketika RMKE dimintai konfirmasi mereka tidak memberi jawaban. Hal ini adalah hak mereka yang kami hormati," jelasnya.

Bicara substansi, Anto menjabarkan bahwa inti pemberitaan adalah mengenai RMKE yang telah lama beroperasi di Sumsel namun tidak melakukan operasional yang sesuai dengan regulasi, justru mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.

RMKE sebagai perusahaan yang berinvestasi di Sumsel, lanjutnya punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan tersebut agar tidak hanya terkesan meraup keuntungan dan menyisakan penderitaan bagi warga Sumsel ini.

Sebab, tidak hanya debu batubara bagi warga Selat Punai, pencemaran di Sungai Musi yang merupakan 'ibu' bagi masyarakat Sumsel juga menjadi korban atas aktivitas pelabuhan RMKE yang berada di kawasan Muara Belida, Muara Enim itu.

"Justru klien kami ini mengingatkan RMKE yang selama ini dinilai zalim oleh sejumlah pihak untuk lebih mengedepankan etika dan menjaga lingkungan, sambil berinvestasi di Sumsel," tegas Anto.

Anehnya, dalam rangkaian pemberitan itu diketahui, warga Selat Punai ternyata sudah membuat pengaduan atas dugaan pelanggaran UU Lingkungan Hidup yang dilakukan oleh RMKE di Polda Sumsel, kendati belum diketahui tindak lanjutnya sampai saat ini.

Masih kata Anto, kliennya selalu mendapati fakta-fakta baru dalam setiap pemberitaan terkait pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh RMKE.

Sehingga pemberitaan itu dimungkinkan membuka tabir yang selama bertahun ditutupi. Misalnya, mengenai kongkalikong atau dugaan keterlibatan regulator dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam kasus pelanggaran lingkungan ini.

"Kami yakini somasi ini ada maksud lain, yaitu untuk membungkam upaya mengungkap fakta, yang artinya pula membunuh kebebasan pers sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial," tegasnya lagi.

Oleh sebab itu, Anto bersama belasan pengacara lokal lain mengaku siap menghadapi somasi dari Hotman Paris & Partners yang dilayangkan dengan tandatangan dari Frank Hutapea itu.

"Kami terpanggil, karena ini sudah soal harkat dan martabat masyarakat Sumsel. Jangan hanya jadi penonton. Kita harus bergerak mendukung media yang menyuarakan kepentingan masyarakat Sumsel ini," tandasnya. 

Populer

Jaksa Agung Tidak Jujur, Jam Tangan Breitling Limited Edition Tidak Masuk LHKPN

Kamis, 21 November 2024 | 08:14

MUI Imbau Umat Islam Tak Pilih Pemimpin Pendukung Dinasti Politik

Jumat, 22 November 2024 | 09:27

Kejagung Periksa OC Kaligis serta Anak-Istri Zarof Ricar

Selasa, 26 November 2024 | 00:21

Rusia Siap Bombardir Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik, Harga Minyak Langsung Naik

Sabtu, 23 November 2024 | 07:41

Ini Identitas 8 Orang yang Terjaring OTT KPK di Bengkulu

Minggu, 24 November 2024 | 16:14

Sikap Jokowi Munculkan Potensi konflik di Pilkada Jateng dan Jakarta

Senin, 25 November 2024 | 18:57

Legislator PKS Soroti Deindustrialisasi Jadi Mimpi Buruk Industri

Rabu, 20 November 2024 | 13:30

UPDATE

Jokowi Tak Serius Dukung RK-Suswono

Jumat, 29 November 2024 | 08:08

Ferdian Dwi Purwoko Tetap jadi Kesatria

Jumat, 29 November 2024 | 06:52

Pergantian Manajer Bikin Kantong Man United Terkuras Rp430 Miliar

Jumat, 29 November 2024 | 06:36

Perolehan Suara Tak Sesuai Harapan, Andika-Hendi: Kami Mohon Maaf

Jumat, 29 November 2024 | 06:18

Kita Bangsa Dermawan

Jumat, 29 November 2024 | 06:12

Pemerintah Beri Sinyal Lanjutkan Subsidi, Harga EV Diprediksi Tetap Kompetitif

Jumat, 29 November 2024 | 05:59

PDIP Akan Gugat Hasil Pilgub Banten, Tim Andra Soni: Enggak Masalah

Jumat, 29 November 2024 | 05:46

Sejumlah Petahana Tumbang di Pilkada Lampung, Pengamat: Masyarakat Ingin Perubahan

Jumat, 29 November 2024 | 05:31

Tim Hukum Mualem-Dek Fadh Tak Gentar dengan Gugatan Paslon 01

Jumat, 29 November 2024 | 05:15

Partisipasi Pemilih Hanya 55 Persen, KPU Kota Bekasi Dinilai Gagal

Jumat, 29 November 2024 | 04:56

Selengkapnya