Berita

Presiden Joko Widodo menjamu makan siang tiga bakal capres di Istana Merdeka, Selasa (31/10)/Ist

Politik

Jamuan Makan Siang Hanya Gimmick Politik, Publik Tak Yakin Jokowi Akan Netral

RABU, 01 NOVEMBER 2023 | 12:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Jamuan makan siang yang dilakukan Presiden Joko Widodo kepada tiga bakal capres di Istana Merdeka pada Senin kemarin (30/10), dinilai tak lebih dari sekadar gimmick (kemasan) politik. Tak heran kalau akhirnya publik sulit meyakini Presiden Jokowi akan netral pada Pemilu 2024.

Pertemuan itu juga diyakini tidak akan mampu menurunkan tensi politik nasional yang semakin panas pascakeputusan kontroversial Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu bakal cawapres.

“Bagi publik jamuan makan siang itu hanya gimmick politik yang tidak mampu menurunkan tensi politik yang sangat tinggi pascaskandal MK yang kini sedang disidangkan oleh Majelis Kehormatan MK,” ujar analis politik dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, dalam keterangannya, Rabu (1/11).


Menurut Ginting, upaya Presiden Jokowi menunjukkan keakraban dengan tiga bakal capres, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan, tidak mampu membuat publik lupa terhadap keputusan MK yang terindikasi menjadi skandal politik.

“Mestinya jamuan makan itu dilakukan sebelum adanya skandal (putusan) MK. Sehingga semua calon presiden tidak terbebani dengan keputusan yang memalukan bangsa,” kata Ginting.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unas itu menyebut, jamuan makan siang di Istana yang hanya mengundang tiga capres terlihat janggal. Karena tidak menghadirkan bakal calon wakil presiden (bacawapres).

Mestinya, tegas Ginting, tiga bacawapres, yakni Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, dan Gibran Rakabuming Raka bin Jokowi juga hadir dalam acara itu.

“Dari sini saja terlihat, Presiden Jokowi tidak sanggup jika anak sulungnya hadir dalam kapasitas sebagai cawapres. Publik akan tertawa, karena nepotisme politik tempatnya justru ada di istana,” tuturnya.

Lebih jauh, dari posisi duduk dalam jamuan makan siang itu juga bisa dibaca secara semiotika politik. Jokowi diapit Prabowo Subianto di sebelah kiri, sebelah kanan Ganjar Pranowo, dan di seberangnya Anies Baswedan.

“Posisi duduk Prabowo lebih dekat ke Jokowi. Ganjar agak menjauh ke kanan. Sedangkan Anies ditempatkan di seberang. Artinya Anies memang berseberangan dengan pemerintahan Jokowi,” jelas Ginting.

Selain itu, dia melihat Prabowo terlihat seperti menanggung beban, terlihat dari wajahnya yang tegang. Sedangkan Ganjar dan Anies tersenyum tanpa beban.

Bagi Ganjar dan Anies kalah dan menang dalam pilpres 2024, mungkin sudah masuk dalam perkiraan mereka. Tapi bagi Prabowo, pilpres kali ini tidak ada jalan, selain harus menang.

“Apalagi bagi Jokowi, anak sulungnya Gibran bin Jokowi harus menang dalam Pilpres 2024. Termasuk anak bungsunya Kaesang Pangarep bin Jokowi yang menjadi Ketua Umum PSI (Partai Solidaritas Indonesia) harus bisa lolos ke Senayan (DPR),” katanya.

“Maka publik pun tak yakin Presiden Jokowi akan bisa bersikap netral dalam Pilpres 2024,” pungkas Ginting.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya