Berita

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja saat berpidato dalam acara peluncuran Peta Kerawanan Kampanye Pemilu Serentak 2024 di Media Sosial, di Swiss-Bellcourt Hotel, Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/10)/RMOL

Politik

Cegah Kisruh 2019 Berulang, Ketua Bawaslu: Jangan Sampai Pertarungan di Medsos Berlanjut ke Dunia Nyata

SELASA, 31 OKTOBER 2023 | 17:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kekisruhan politik pada Pemilu 2019 akibat maraknya muatan kampanye berbau ujaran kebencian, berita bohong (hoax), hingga penghinaan terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), akan dicegah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar tidak berulang pada 2024.

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja menjelaskan, pengalaman buruk tersebut diantisipasi melalui pemetaan kerawanan kampanye Pemilu 2024 di media sosial (medsos), yang telah rampung disusun dan diluncurkan hari ini, Selasa (31/10).

"Kampanye di medsos, belajar dari pengalaman tahun 2019, mengenai maraknya hoax, black campaign, dan hal itu membuat ketegangan yang tidak perlu ada dalam proses pemilu," ujar Bagja dalam acara Peluncuran Peta Kerawanan Kampanye di Media Sosial pada Pemilu Serentak 2024, di Swiss-Bellcourt Hotel, Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/10).


Anggota Bawaslu RI dua periode itu menegaskan, maksud utama Bawaslu meluncurkan peta kerawanan kampanye pemilu melalui medsos adalah untuk mencegah kejadian yang tidak mengenakan tersebut terulang kembali.

Apalagi, akibat dari kekisruhan pada Pemilu 2019, yang dipicu kekecewaan pendukung salah satu paslon Pilpres terhadap hasil pencoblosan, malah memunculkan korban meninggal dunia baik karena peluru tajam, benda tumpul, atau gas air mata.

"Yang kita mitigasi adalah jika pertarungan di medsos ini akan dilanjutkan di dunia nyata," terangnya.

Maka dari itu, Bagja mengimbau kepada seluruh pihak untuk ikut serta mengawasi jalannya kampanye di medsos, yang baru bisa dilakukan pada 28 November 2023.

"Maka kami undang multistakeholder untuk ikut serta bukan hanya memikirkan, tapi ikut mereduksi jika terjadi ketegangan di medsos," demikian Bagja. 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya