Berita

Presiden Joko Widodo mengundang tiga bakal calon presiden (bacapres) di Pilpres 2024 untuk makan siang bersama/Ist

Publika

Diplomasi Kuliner ala Jokowi, Tak Ada Makan Siang Gratis

OLEH: AULIA ANDRI*
SELASA, 31 OKTOBER 2023 | 06:25 WIB

SENIN, 30 Oktober 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang tiga bakal calon presiden (bacapres) di Pilpres 2024 untuk makan siang bersama. Pertemuan itu kemudian menjadi perbincangan di jagat politik Indonesia. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto nampak sumringah di meja makan bulat bersama Presiden Jokowi. Menunya lumayan sedap, maklum ala istana.

Presiden Jokowi memang jagoan kalau urusan diplomasi kuliner atau meja makan. Bahkan, sejak masih menjadi Walikota Solo, Jokowi sudah melakukan itu. Langkah fenomenalnya ketika menjamu ratusan pedagang kaki lima yang menempati area Monumen 45 Banjarsari. Makan siang itu dilakukan hingga 54 kali. Di pertemuan terakhir itulah Jokowi baru mengungkapkan keinginannya: merelokasi pedagang ke lokasi yang baru. Hasilnya luar biasa, tak ada penolakan atau bentrokan antaraparat terkait relokasi ini.

Selama menjadi presiden, berkali-kali Jokowi melakukan diplomasi kuliner. Dia tercatat pernah makan semeja dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bahkan pada saat Pilpres 2019 silam, Presiden Jokowi bahkan sempat mengundang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang kala itu menjadi paslon capres.


Dalam dunia politik ada istilah diplomacy culinary atau diplomasi kuliner. Adalah Sam Chappel-Sokol, juru masak di Gedung Putih Amerika Serikat yang mendefinisikan diplomasi kuliner. Diplomasi kuliner adalah konsep dan praktik diplomasi yang menjadikan makanan dan masakan sebagai instrumen untuk meningkatkan interaksi dan kerja sama.

Sam menjelaskan bagaimana konsep diplomasi kuliner ini bekerja. Menurutnya, ketika orang duduk bersama di atas meja, lalu saling berbagi makanan seraya melakukan percakapan yang baik, hal itu berfungsi untuk memperkuat ikatan dan mengurangi pertentangan satu dengan yang lain.

Merujuk teori Sam, diplomasi kuliner ala Presiden Jokowi dengan mengundang tiga bacapres, termasuk dalam politic culinary yakni jamuan presiden dengan menteri atau ketua partai.

Tentunya, ini bertujuan untuk membangun kesepahaman antarpeserta pertemuan. Pertemuan Presiden Jokowi itu bisa saja ditafsirkan banyak arti. Basa-basi dalam pertemuan menjadi bumbu yang menarik dibincangkan publik. Atau bahkan, tidak tertutup kemungkinan juga ada lobi politik di meja makan itu.

Dalam urusan politik ada ungkapan terkenal yang bunyinya:'tidak ada makan siang yang gratis'. Kutipan itu mungkin masuk akal. Pasalnya, hampir setiap aktivitas yang dilakukan politik punya makna, baik tersirat maupun tersurat, tentunya termasuk diplomasi kuliner yang dilakukan Presiden Jokowi ini. Namun, tentu saja, diplomasi kuliner Presiden Jokowi ini bisa saja dimaknai normatif dalam rangka menyejukkan suasana Pilpres 2024.

Pilpres 2024 yang kini sudah di depan mata, mau tak mau membuat suhu politik semakin meningkat. Seluruh rakyat Indonesia kini menunggu penetapan resmi capres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setelah itu, gegap gempita kampanye pilpres akan dimulai. Tentunya, pendidikan politik kepada pemilih menjadi tujuan utama kampanye, dan bukan malah menebar kebencian dan hoax yang menjadi biang polarisasi masyarakat. Semoga!


*Penulis adalah kader Partai Nasdem Sumatra Utara

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya