Berita

Menko PMK, Prof Muhadjir Effendy/Ist

Politik

Maknai Sumpah Pemuda, Menko Muhadjir: Anak Muda Harus Siap Jadi Pemimpin

SENIN, 30 OKTOBER 2023 | 22:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan, masa depan dan kemajuan Indonesia di usia emas 2045 ada di tangan anak-anak muda saat ini.

Sebab itu Menko PMK meminta peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum menyiapkan generasi muda menjadi penerus pemimpin Indonesia.

Hal itu dikatakan saat menyampaikan pidato pembuka pada Talk Show Nasional bertajuk "Suara Pemuda Menentukan Nasib Bangsa: Ayo Bijak Memilih", dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95, yang diselenggarakan secara hybrid, di Ruang Heritage Kemenko PMK, Senin (30/10).


"Anak-anak muda ini yang akan memegang masa depan Indonesia di 2045. Kita harus mengikhlaskan itu, Sumpah Pemuda harus dimaknai seperti itu. Tidak sekadar membaca naskah masa lalu. Kalian justru harus melihat bahwa kalianlah masa depan Indonesia," tegasnya.

Menurut Menko PMK, anak muda saat ini, generasi milenial dan Generasi Z telah memiliki pengetahuan masa depan yang mumpuni dibanding generasi tua. Mereka lahir dan tumbuh di dunia dengan kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial yang pesat.

"Anak-anak muda harus siap menyongsong masa depan dan menjadi penerus pemimpin Indonesia. Anak-anak muda tidak punya pengalaman masa lalu, tetapi kaya pengalaman masa depan. Dia lebih tajam melihat masa depan, dibanding yang sudah berumur post kolonial seperti saya," urainya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pemuda semakin berat. Dia berharap pemuda saat ini sadar dan bisa menyiapkan diri sebaik-baiknya, lebih baik dari generasi pendahulu.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya