Berita

Menteri Perdagangan Australia Don Farrell/Net

Bisnis

Tidak Ada Perkembangan, Pembicaraan Perdagangan Australia - Uni Eropa Gagal

SENIN, 30 OKTOBER 2023 | 09:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pembicaraan kesepakatan perdagangan bebas antara Australia dan Uni Eropa (UE) kembali menemui kegagalan. Hal itu diakui Menteri Perdagangan Australia Don Farrell dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam (29/10), setelah pembicaraan awal antara kedua belah pihak yang diadakan di sela-sela pertemuan G7 Jepang.

Dilaporkan bahwa Farrell yang sebelumnya diperkirakan akan menghadiri pembicaraan dengan para menteri perdagangan dan pertanian UE pada Senin (30/10) untuk menyelesaikan kesepakatan, menarik diri dari perundingan tersebut setelah pembicaraan awal gagal mencapai kesepakatan.

“Kami tidak dapat membuat kemajuan,” kata Farrell, seperti dikutip dari 9News, Senin (30/10).


“Negosiasi akan terus berlanjut, dan saya berharap suatu hari nanti kita akan menandatangani kesepakatan yang menguntungkan Australia dan teman-teman Eropa kita," katanya.

?Seorang juru bicara UE mengatakan komisinya siap untuk melanjutkan pembicaraan. Ia menekankan memiliki optimisme bahwa kesepakatan akan dapat tercapai meski ada beberapa kendala. Ia merasa prihatin, diskusi tingkat menteri di Osaka tidak menunjukkan kemajuan.

“Pihak Australia mengajukan kembali tuntutan pertanian yang tidak mencerminkan negosiasi baru-baru ini dan kemajuan antara para pejabat senior," lanjut juru bicara tersebut.

Australia merupakan salah satu eksportir terbesar di dunia untuk produk pertanian mulai dari gandum dan daging sapi hingga wol dan anggur. Mereka telah melakukan negosiasi perjanjian perdagangan dengan UE sejak 2018.

Negosiasi antara Australia dan UE menemui kegagalan pada bulan Juli 2023 ketika Canberra menarik diri dari perundingan tersebut, dengan alasan sektor pertaniannya tidak mendapatkan akses yang memadai ke pasar Eropa.

Pemerintah federal, dengan dukungan Federasi Petani Nasional dan kelompok industri lainnya, terus melakukan negosiasi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya