Berita

Politikus Partai Golkar, Nusron Wahid/Ist

Politik

Yenny Wahid Pilih Dukung Ganjar-Mahfud, Nusron Wahid: InsyaAllah Prabowo Jadi Presiden Sesuai Kata Gus Dur

SABTU, 28 OKTOBER 2023 | 23:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Putusan putri Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, untuk  mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD adalah hak politik setiap orang. Karena itu, pilihan tersebut dihormati politikus Partai Golkar, Nusron Wahid.

"Ya monggo itu pilihan beliau, kita hormati. InsyaAllah Prabowo yang jadi presiden di hari tua, sebagaimana pernah disampaikan almarhum Gus Dur," kata Nusron kepada wartawan, Sabtu (28/10).

Nusron yang juga Waketum PBNU ini menambahkan, sudah jelas di berbagai media dan banyak saksi yang menyebut bahwa almarhum Gus Dur pernah mengatakan Prabowo akan jadi presiden di hari tuanya.


Selain itu, Gus Dur juga menyebutkan bahwa Prabowo adalah sosok paling ikhlas kepada rakyat Indonesia. Itu saja sudah cukup menunjukkan apresiasi Gus Dur kepada Prabowo atas jasa-jasa dan apa yang telah dia berikan kepada bangsa ini tanpa rasa pamrih.

“Warga NU, santri, serta kader-kader Gus Dur sudah cerdas menentukan pilihan di Pilpres kali ini. Terlebih ada faktor Prabowo, Gibran, dan Presiden Joko Widodo, yang kita sudah ketahui bersama apa yang dilakukan oleh Prabowo-Gibran, semangatnya adalah melanjutkan perjuangan serta pemikiran Gus Dur. Ditambah ada faktor Pak Jokowi yang kita tahu dekat dengan rakyat,” papar Ketua GP Ansor periode 2010-2015 ini.

Faktor Prabowo, Gibran, dan Jokowi ini yang diyakini Nusron mendorong para kader pewaris pemikiran Gus Dur untuk menentukan pilihannya kepada pasangan Prabowo-Gibran.

Dengan didukung oleh program-program unggulan paslon Prabowo-Gibran yang mengakomodir semua golongan, termasuk golongan kader-kader dan santri Gus Dur, diyakini suara para santri Gus Dur ini akan tetap kuat kepada pasangan Prabowo-Gibran.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya