Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

Nilai Jual Kembali Mobil Listrik Anjlok, Toyota Siapkan Jurus Jitu

SABTU, 28 OKTOBER 2023 | 13:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Data terbaru yang dirilis di Inggris menunjukkan bahwa nilai jual kembali kendaraan listrik lebih buruk dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.

Menurut penelitian tersebut, yang dilakukan oleh layanan pembelian mobil bekas, ditemukan bahwa mobil listrik rata-rata kehilangan 51 persen nilai pembeliannya dalam tiga tahun dibandingkan dengan 37 persen pada kendaraan bertenaga bensin.

Menyikapi hal tersebut, pabrikan raksasa mobil Jepang Toyota mengatakan pihaknya memiliki rencana untuk memperlambat penurunan depresiasi pada saat model generasi barunya memasuki ruang pamer.


Para eksekutif Toyota dan mitra teknis jangka panjangnya, Panasonic, mengklaim teknologi baterai yang unggul akan mendukung nilai jual kembali yang solid yang telah lama dikaitkan dengan mobil Toyota.

“Salah satu masalah terbesar (mobil listrik) adalah nilai sisa, yang anjlok,” kata Sean Hanley, kepala penjualan dan pemasaran Toyota Australia kepada media pada malam Tokyo Motor Show 2023, seperti dikutip dari Drive, Jumat (27/10).

Ia mengatakan, pakar pasar mobil bekas memperkirakan tren tingkat depresiasi yang lebih tinggi akan terus berlanjut.

"Akibatnya, kami melihat (layanan berlangganan mobil) menutup pintunya bagi kendaraan listrik. Mereka terlalu terbuka. Risiko (finansial) terlalu besar," kata Hanley.

Eksekutif Toyota Australia mengatakan perusahaan sedang mempertimbangkan program sewa “layanan penuh” untuk membantu menghilangkan beberapa keraguan pelanggan tentang mobil listrik ketika model pertamanya yang dijual secara lokal – BZ4X – tiba di ruang pamer mulai Februari 2024.

Toyota mengatakan pihaknya juga melakukan investasi besar-besaran pada teknologi baterai – dan teknik manufaktur baru – yang diharapkan akan memberikan keunggulan pada mobil listriknya dalam hal keandalan dan umur panjang, serta nilai jual kembali yang lebih kuat.

“Produksi kami selama lebih dari seperempat abad melebihi 20 juta baterai (untuk kendaraan hibrida) dan keahlian yang kami kumpulkan memberi kami keunggulan kompetitif,” kata Hanley.

“Tentu saja, di seluruh dunia saat ini, terdapat banyak sekali baterai dan banyak (mobil listrik). Namun tidak ada dua baterai yang sama.

“Baterai yang diproduksi (oleh Panasonic) jauh lebih unggul daripada baterai yang ditawarkan oleh banyak baterai lain di pasar dalam hal kualitas, kinerja, keamanan, dan keandalan," katanya.

Fasilitas baterai Panasonic dekat kantor pusat Toyota di Nagoya menempatkan setiap unit baterai melalui proses penuaan selama 20 hari (di mana baterai diisi dan dikosongkan berulang kali sebelum dipasang ke mobil listrik), yang dua kali lebih lama dari proses penuaan yang sama. oleh produsen lain.

Perusahaan mengklaim ini hanyalah salah satu contoh upaya Toyota dan Panasonic agar baterai di mobil listriknya bertahan lebih lama dibandingkan baterai di mobil pesaingnya.

“Ke depannya, (Toyota) memajukan upaya kami untuk memperkenalkan (kendaraan listrik) generasi berikutnya pada tahun 2026, mengembangkan baterai dengan teknologi baru untuk memenuhi harapan pelanggan, beberapa diantaranya memiliki daya jelajah 1000 km,” kata Hanley.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya