Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Saham Sektor Properti Melejit Usai Pemerintah Bebaskan PPN Rumah Di Bawah Rp 2 Miliar

RABU, 25 OKTOBER 2023 | 14:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sejumlah saham di sektor properti terpantau mengalami peningkatan yang signifikan, berkat insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diberikan pemerintah untuk pembelian rumah di bawah Rp 2 miliar.

Berdasarkan data dari RTI, saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) memimpin lonjakan dengan kenaikan 5 poin atau sekitar 3,05 persen dengan mencapai level 169 per lembar, tertinggi dibanding sektor emiten properti lainnya.

Sementara itu, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik sebanyak 10 poin atau sekitar 1,89 persen, mencapai level 540. Sedangkan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengalami peningkatan sebanyak 15 poin atau sekitar 1,49 persen, mencapai level 1.025.


Adapun saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) juga terpantau mengalami kenaikan sekitar 1,46 poin atau 1,5 persen ke level 1.040. Lalu, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melonjak sekitar 1 poin atau sekitar 0,65 persen ke level 154.

Kenaikan itu terjadi setelah sektor properti mendapatkan sentimen positif usai pemerintah meluncurkan insentif pembebasan PPN untuk rumah di bawah Rp 2 miliar hingga Juni 2024.

Insentif itu sendiri diberikan sebagai upaya pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dalam sektor properti.

“Pada hari ini kita juga akan rapat gimana untuk meng-trigger ekonomi. Kita akan memberikan insentif, belum diputuskan masih rapat sore hari ini. Memberikan insentif pada dunia properti, dunia perumahan, untuk menjaga momentum ekonomi kita,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di BNI Investor Daily Summit 2023, Selasa (24/10).

Menurut Jokowi, sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional, sektor properti juga memainkan peran krusial dalam menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat Indonesia.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya