Berita

Sarasehan Pustaka bertajuk "Peluang Curang Uang Digital" yang diselenggarakan di Aula Gedung Manterawu, Kampus Telkom University, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/10)/Ist

Hukum

KPK Soroti Penyalahgunaan Teknologi Keuangan untuk Korupsi dan TPPU

SELASA, 24 OKTOBER 2023 | 20:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti kejahatan di sektor keuangan melalui transaksi keuangan digital yang dapat digunakan untuk melakukan tindak pidana korupsi hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, kemajuan teknologi keuangan membawa kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan digital yang lebih efisien, mudah, dan cepat.

Namun, di balik semua kemudahan tersebut, terdapat risiko keamanannya karena bersifat real time, borderless, dan tanpa tatap muka, yang dapat menimbulkan terjadinya kejahatan di sektor keuangan.


"Berserta risiko itu, tentunya dapat mengancam stabilitas ekonomi dan integritas sistem keuangan. Oleh karenanya, diperlukan kerangka hukum yang komprehensif melalui pembentukan UU tentang financial technology yang perlu dikembangkan untuk menjaga integritas pembayaran digital dan memperkuat fungsi kontrol pemerintah," kata Yuyuk dalam acara Sarasehan Pustaka bertajuk "Peluang Curang Uang Digital" yang diselenggarakan di Aula Gedung Manterawu, Kampus Telkom University, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/10).

Dengan mengetahui risiko tersebut kata Yuyuk, mahasiswa dan civitas akademika Telkom University dapat melakukan pencegahan dan berpartisipasi dalam hal pengawasan, pelaporan, dan mendukung upaya pemberantasan korupsi dalam hal TPPU.

"Sehingga melalui kegiatan ini, KPK berharap semua peserta semakin memahami mengenai esensi penggunaan uang digital," pungkas Yuyuk.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum pada Direktorat Penuntutan KPK, Dame Maria Silaban mengatakan, kemajuan teknologi keuangan sering disalahgunakan untuk melakukan korupsi dan TPPU dengan cara yang semakin canggih, kompleks, dan berskala internasional.

"Sebagai masyarakat intelektual, tentu kita harus berpaham mengenai tindak pidana korupsi dan TPPU. Hal itu menjadi kunci penting, sebab semakin beragam cara tindak pidana itu dapat dilakukan, terutama dengan adanya crypto currency ini menjadi emerging threat di Indonesia berdasarkan National Risk Assessment (NRA) TPPU tahun 2021," kata Dame.

NRA TPPU kata Dame, menjadi instrumen penting untuk civitas Telkom University mengikuti perkembangannya sebagai langkah mitigasi secara berkala dilakukan agar tidak bersifat usang.

Selain itu kata Dame, pemerintah juga terus melakukan peningkatan efisiensi dalam transaksi dan sistem keuangan digital ke arah yang lebih baik dengan mengusung konsep ekosistem terbuka.

"Untuk itu, betapa pentingnya memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam rangka pencegahan TPPU. Yang utama kita harus berpaham lebih dahulu mengenai teknik investigasi keuangan kripto, asset tracing kripto, SOP, serta public partnership antara pemerintah dengan ahli blockchain," jelas Dame.

Pada 2022, KPK telah melakukan pelatihan bersama dengan aparat penegak hukum (APH) lainnya seperti Kepolisian, PPATK, Kejaksaan RI untuk bisa lebih berpaham menangani kasus industri aset virtual yang tidak hanya mencakup cryptocurrency (kripto) seperti bitcoin dan ethereum, tetapi aset digital lainnya seperti token nonfungible (NFT).

Selain melalui kegiatan sarasehan pustaka, KPK juga bekerja sama dengan Telkom University dalam pengelolaan KPK Corner. Kegiatan ini sebagai upaya untuk mewadahi dan mendorong peningkatan literasi antikorupsi bagi para civitas akademi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya