Berita

Kolase Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/RMOL

Politik

Rivalitas Jokowi-Mega Diprediksi Picu Guncangan Politik Nasional

SENIN, 23 OKTOBER 2023 | 14:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rivalitas antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, diramal bakal menimbulkan ketidakstabilan politik.

Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai, rivalitas Jokowi-Megawati terjadi karena pencalonan Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Menurutnya, Jokowi dan putra sulungnya tersebut merupakan kader PDIP yang justru memperlihatkan sejumlah dukungan kepada proses pencalonan Prabowo.


Pasalnya, selain memberikan sinyal-sinyal dukungan lewat pernyataan maupun tindakan politik, Jokowi juga dinilai telah memanfaatkan Mahkamah Konstitusi (MK) memuluskan Gibran maju Pilpres 2024.

"Bisa jadi akan ada guncangan politik nasional. Ketidakstabilan politik nasional akan membuat Pileg dan Pilpres 2024 menjadi tidak kondusif," ujar Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/10).

Dia menjelaskan, dalam Pilpres 2024 kontestan yang terdaftar di KPU hanya boneka yang digerakkan oleh pemiliknya.

Dalam arti, Jamiluddin menganggap Gibran yang berpasangan dengan Prabowo akan mengikuti perintah Jokowi. Sementara, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD digerakkan oleh Megawati.

Namun yang paling berbahaya, dia meyakini adalah pasangan Prabowo dan Gibran yang didukung oleh Jokowi sebagai pemilik kekuasaan pemerintahan dan negara sekarang ini.

"Hal itu dapat membuat Pileg dan Pilpres menjadi jauh dari prinsip jujur dan adil," demikian Jamiluddin menambahkan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya