Berita

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief/Net

Politik

Prabowo Belum Daftar KPU, Andi Arief Mencium Ada Pihak yang Paksakan Kehendak

SABTU, 21 OKTOBER 2023 | 23:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, belum bisa dipastikan kapan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Hal ini, membuat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief mengungkap satu fakta tersembunyi di internal koalisi.

Dia menyebutkan dua bapaslon sudah mendaftar di hari pertama, yakni yang diusung PDI Perjuangan berkoalisi dengan PPP, Hanura dan Perindo. Kemudian paslon yang diusung Partai Nasdem, PKB, dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan.


"Ganjar (yang diusung Koalisi PDIP) sudah deklarasi bersama cawapresnya dan telah mendaftar di KPU. Anies (yang diusung Koalisi Perubahan) sudah deklarasi bersama cawapresnya dan telah mendaftar di KPU," ujar Andi melalui akun media sosial X, Sabtu (21/10).

Hal berbeda yang justru terjadi dan dialami Prabowo beserta partai-partai anggota KIM. Andi Arief juga mengungkapkan keheranannya soal itu.

Sebab, dia mendapati ada pengganjal di dalam internal KIM yang menurutnya menjadi penghambat deklarasi sekaligus pendaftaran Prabowo ke KPU.

Namun, Andi Arief enggan mengungkap siap pihak yang dia maksud sebagai faktor penghambat.

"Mengapa Prabowo masih belum? Karena ada yang sangat memaksakan kehendaknya sementara Prabowo punya pikiran lain," demikian Andi Arief mengungkapkan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya