Berita

Bakal calon presiden Prabowo Subianto dan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Pengamat: Gibran Belum Cukup jadi Peluru Kemenangan Prabowo di Jawa

SABTU, 21 OKTOBER 2023 | 11:54 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Strategi jitu perlu dipikirkan secara matang oleh bakal calon presiden Prabowo Subianto jika ingin menguasai basis pemilih di Pulau Jawa. Salah satunya dengan memilih bakal cawapres yang punya lumbung suara di Pulau Jawa.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago memandang, saat ini basis Jawa, khususnya Jawa Timur lebih dekat dengan pasangan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud. Sebab, baik Cak Imin maupun Mahfud MD merupakan putra daerah dan memiliki basis massa yang banyak di Jatim.

"Tentu ada perebutan pemilih di Jatim maupun di Jateng. Secara analisis kita melihat Cak Imin memperkuat daya tawar Anies di Jawa Timur. Sedangkan Mahfud akan memperkuat daya tawar dari Ganjar di Jawa Timur maupun basis Islam," kata Arifki kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/10).


Prabowo, kata Arifki, tidak boleh salah dalam mengambil langkah saat menentukan sosok bakal cawapres.

Sejauh ini muncul nama putra sulung Presiden Jokowi yang juga Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka sebagai kandidat terkuat pasangan Prabowo.

"Ketika Prabowo memilih Gibran, tentu itu akan mengarah kepada Jateng. Karena Jateng yang ditarget dari Prabowo," jelas Arifki.

Namun menguasai Jateng dianggap belum cukup untuk melawan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud. Prabowo harus mengambil ceruk suara pemilih Jatim. Salah satunya dengan menggandeng Gubernur Jawa Timur, Khofifah sebagai tim pemenangan.

"Ketika Prabowo mengakomodir Khofifah sebagai tim pemenangan, maka secara enggak langsung akan menggambarkan garis politik yang kuat untuk perebutan di Jatim dan Jateng ini," tutup Arifki.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya