Berita

Calon wakil presiden Moh. Mahfud MD dalam wawancara dengan CNN Indonesia.

Politik

Mahfud MD Benarkan Hasil Survei Bisa Dipesan

SABTU, 21 OKTOBER 2023 | 07:47 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Calon wakil presiden dari PDI Perjuangan, Moh. Mahfud MD, mengakui bahwa dirinya dipilih oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mendampingi calon presiden Ganjar Pranowo bukan karena hasil survei.

Dalam dialog dengan CNN Indonesia, Mahfud yang masih tercatat sebagai Menko Polhukam itu mengakui bahwa bila merujuk hasil survei, maka posisi “elektabilitas” dirinya berada di bawah beberapa nama lain yang dijagokan, seperti Sandiaga Uno.

“Survei bisa diatur. Kamu bisa pesan juga hasil survei,” kata Mahfud MD dalam wawancara yang kembali disiarkan Sabtu pagi (21/10).


“Keperluan negara bukan hanya pada kuantitas dukungan. Tapi juga kualitas calon. Oleh sebab itu pilihan Ibu Mega kepada saya itu kualitatif. Bukan kuantitatif. Kan tidak menyebut hasil survei,” urainya.  

Sebelumnya, Mahfud MD juga mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan saat dirinya gagal mendampingi Jokowi di arena Pilpres 2019 lalu.

Dia memastikan, bukan PDIP dan Megawati Soekarnoputri yang mengganjal langkahnya saat itu.

Ada pihak-pihak lain yang tidak menginginkan dirinya. Misalnya Golkar, karena menilai dirinya ikut dalam “Dekrit Gus Dur” tahun 2001 yang salah satu poinnya adalah pembubaran Golkar.

Kata Mahfud MD, dirinya termasuk yang tidak setuju dengan pikiran membubarkan Golkar. Dan saat dekrit diumumkan, dia tidak sedang berada di Jakarta.

“Saya percaya perjalanan hidup manusia terutama kalau menyangkut orang banyak sudah diskenariokan oleh Tuhan. Waktu itu saya gagal, karena Tuhan belum menghendaki,” jelasnya.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya