Berita

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya/Net

Politik

Kawal Pesta Demokrasi, Koalisi Perubahan Bentuk Badan Advokasi Hukum

JUMAT, 20 OKTOBER 2023 | 20:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Semua pihak diminta tidak menggunakan politik kebencian dalam kontestasi Pemilu 2024. Perbedaan pilihan merupakan hal biasa dalam kontestasi.

“Kita berbeda pilihan dalam Pemilu, tapi kita berkawan sebagai anak-anak bangsa Indonesia," kata Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, lewat keterangan resminya, Jumat (20/10).

dia juga mengatakan, perbedaan merupakan keniscayaan. Namun selama ini kerap disalahartikan, bahkan menggunakan politik kebencian hingga penyulut perpecahan antar anak bangsa.


“Untuk itu, Anies-Muhaimin dan partai-partai pengusung di Koalisi Perubahan untuk Persatuan menyampaikan kepada rakyat, bahwa kita bergerak bersama-sama menjaga pasangan kita, tidak menggunakan politik kebencian,” tegasnya.

Koalisi Perubahan untuk Persatuan, lanjut Willy, juga telah membangun badan advokasi hukum untuk mengawal proses pesta demokrasi lima tahunan Pemilu 2024.

“Badan advokasi ini bakal ikut bersama-sama mengawal proses ini secara demokratis, transparan dan akuntabel. Inilah komitmen politik kami bersama Koalisi Perubahan,” pungkas Willy.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya