Berita

Ketua DPP Partai Golkar Christina Aryani/Ist

Politik

Tetap Dorong Airlangga Cawapres Prabowo, Golkar: Indonesia ke Depan Butuh Arsitek Bidang Ekonomi

JUMAT, 20 OKTOBER 2023 | 13:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Golkar tetap mendorong Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai bakal cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Sebab, Menko Perekonomian itu merupakan figur yang mafhum betul seluk beluk ekonomi dan punya rekam jejak baik dalam bidang ekonomi.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Christina Aryani dalam keterangan resminya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu, Jumat (20/10).


“Indonesia ke depan butuh arsitek di bidang ekonomi, itu yang membuat kami mendorong Ketua Umum pak Airlangga sebagai Cawapres Pak Prabowo karena memang ada kebutuhan riil ke depan,” kata Christina.

Menurut Christina, dengan kompleksitas dan dinamika global yang terjadi saat ini, pemimpin nasional yang mengerti ekonomi menjadi sangat dibutuhkan. Sehingga, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 tentu harus diikuti dengan kebijakan ekonomi yang tepat, sebagaimana telah dicapai Presiden Joko Widodo (Jokowi).  

“Pemimpin Indonesia harus paham ekonomi mengingat tantangan ke depan tidak mudah akibat dinamika tingkat global yang juga sangat tinggi. Pak Prabowo dan pak Airlangga keduanya saling melengkapi,” kata Christina.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar ini menambahkan, kinerja Airlangga dalam bidang perekonomian terbukti berhasil, apalagi mampu mengawal langkah menyelamatkan perekonomian Indonesia saat pandemi Covid-19. Kinerja itu juga terus dijaga sampai saat ini sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang baik.   

Disebutkan, pada Triwulan I tahun 2023 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03 persen patut diapresiasi.

“Dengan pertumbuhan 5,03 persen di tengah fakta kelesuan ekonomi global harus kita sampaikan ini luar biasa. Kita memahami beberapa negara maju justru pertumbuhan ekonominya di bawah 2 persen. Ambil contoh Singapura di 0,4 persen dan Jepang 1,3 persen. Jadi kita boleh bangga,” papar Christina.

Bagi Golkar, kinerja ekonomi yang positif ini lahir dari tangan dingin kepemimpinan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Bangsa Indonesia di tengah segala dinamika dan hiruk politik serta tantangan geopolitik yang tidak ringan memerlukan kematangan kepemimpinan yang mampu menjaga daya tahan ekonomi tetap positif.

Dalam kaitan ini pula, lanjut Christina, kepemimpinan nasional ke depannya harus dapat memastikan keberlanjutan pembangunan yang sudah dilakukan Presiden Jokowi saat ini.

“Situasi perang Rusia-Ukraina, lalu Israel-Palestina yang pasti akan berlangsung lama suka tidak suka akan berpengaruh pada ekonomi ke depan, yang imbasnya bukan tidak mungkin juga dirasakan Indonesia. Seberapa siap kita merespons dan menghadapi dinamika global seperti ini? Pemimpin Indonesia tentu bukan hanya soal popularitas semata, tetapi juga teruji kualitasnya. Dan kami paham Pak Airlangga mumpuni dalam bidang ekonomi,” tegas Christina.

"Kami sepakat bahwa pembangunan yang telah ditorehkan Presiden Jokowi  harus berlanjut. Kita tidak bisa lagi mulai dari awal, coba-coba lagi. Tidak ada waktu dan ruang untuk itu," imbuhnya.

Catatan positif kinerja perekonomian yang juga menjadi rekam jejak positif adalah tingkat inflasi di Indonesia yang terus melandai. Tercatat pada Juli 2023 inflasi sebesar 3,08 persen, turun dari 5,28 persen pada awal tahun.

Bukan hanya itu, realisasi investasi pada triwulan I tahun 2023 yang mencapai Rp 328,9 triliun merupakan prestasi bidang ekonomi yang patut diapresiasi, dan telah menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 384 ribu tenaga kerja. Hasilnya angka pengangguran turun mencapai 7,99 juta pada awal 2023.

"Jadi dengan pendekatan apa pun jika masyarakat Indonesia ingin ekonomi kita tetap sehat, tumbuh baik, ya harus yang paham ekonomi. Sektor ini akan menjadi ujian besar bangsa ini ke depan. Dan itu semua perlu diletakkan dalam kerangka kelanjutan pembangunan yang sudah dilakukan Presiden Jokowi," pungkas Christina.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya