Berita

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi saat berkunjung ke redaksi Kantor Berita Politik RMOL/RMOL

Bisnis

Sektor Pengadaan Barang Rawan Korupsi, Ketua LKPP: Pentingnya Integritas untuk Mengemban Amanah dengan Baik

KAMIS, 19 OKTOBER 2023 | 13:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sektor pengadaan barang merupakan sektor yang paling rawan terjadinya penyalahgunaan wewenang hingga kerap terjadi korupsi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi, saat berkunjung ke Kantor Berita Politik RMOL, pada Selasa (17/10).

"Ya,  kita paham sekali di wilayah pengadaan ini kan termasuk wilayah yang sangat potensi besar mengandung korupsi," kata Ketua LKPP yang akrab disapa Hendi.


Diakui Hendi, banyak oknum yang memanfaatkan proses pengadaan barang jasa itu untuk memperkaya pribadinya.

Pasalnya, dalam lima tahun terakhir pengadaan barang jasa di dalam negeri mencapai nilai hingga Rp 1.000 triliun, yang terakhir pada 2023 sekitar Rp 1.150 triliun, dari anggaran belanja kementerian, lembaga, pemerintah negara, yang dijadikan satu.

Dalam wawancara tersebut, Hendi mengingat pesan Presiden RI Joko Widodo kepada dirinya setelah ia dilantik menjadi Kepala LKPP pada 2022 lalu, di mana Jokowi mengingatkan tentang pentingnya sebuah integritas untuk mengemban amanah tersebut dengan baik.

Dengan potensi pengadaan barang jasa yang besar, hal itu, dikatakan Hendi dapat dimanfaatkan untuk negara mulai dari sisi ekonomi, sisi kemanfaatan hasil pembangunan, dan sebagainya.  

"Jadi kalau itu kemudian dimanfaatkan dengan baik, tidak ada korupsi, transparan, efektif,  efisien, tidak ada lagi pengerjaan di akhir-akhir tahun, kemudian juga belanjanya produk dalam negeri, UMKK-nya terlibat,  wah itu sisi kemanfaatannya untuk bangsa negara ini sangat luar biasa," pungkas Hendi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya