Berita

Representative Image/Net

Bisnis

Tingkatkan Pelayanan, Kementerian Keuangan Luncurkan Program "Kemenkeu Mendengar"

KAMIS, 19 OKTOBER 2023 | 12:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Keuangan meluncurkan program multikanal "Kemenkeu Mendengar" yang bertujuan untuk menciptakan budaya pelayanan yang lebih baik dan responsif.

Melalui peluncuran Kemenkeu Mendengar, program itu disebut sebagai wujud komitmen Kemenkeu dalam menjalin dialog terbuka dan mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, serta untuk menerapkan pendekatan multikanal yang memperluas keterlibatan publik dalam proses perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal.

Mengutip siaran pers yang dikeluarkan pada Kamis (19/10), program "Kemenkeu Mendengar" telah dimulai pada 31 Mei 2023 lalu, dan dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap kedua dilakukan pada 9 Juni 2023, tahap ketiga pada 4 Juli 2023, dan tahap terakhir pada 4 Agustus 2023.


Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk asosiasi perdagangan, komoditas, pertambangan, industri, dan lembaga swadaya masyarakat.

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi Kemenkeu untuk mendengarkan langsung pandangan dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Dengan melibatkan para pemangku kepentingan ini, Kemenkeu berharap dapat menyusun kebijakan yang lebih inklusif dan lebih relevan dengan kondisi perkembangan ekonomi saat ini.

"Kami berkomitmen untuk melayani masyarakat secara lebih baik dan lebih terbuka. Kemenkeu Mendengar adalah perwujudan dari semangat kami untuk menciptakan lingkungan kerja dan kebijakan yang berfokus pada pelayanan dan respons terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Selain menggandeng pemangku kepentingan eksternal, Kemenkeu juga memberikan perhatian serius terhadap masukan dan aspirasi yang berasal dari internal organisasi, seperti Komite Pengawas Perpajakan, dengan melakukan berbagai dialog untuk menerima masukan dan kritikan hasil pengawasan dari pihak independen dalam pengelolaan kebijakan fiskal yang tepat dan transparan.

Program "Kemenkeu Mendengar" juga mencerminkan keterbukaan Kemenkeu terhadap pengaduan masyarakat, di mana masyarakat juga ikut diundang untuk menyampaikan laporan, pengaduan, dan saran melalui platform Whistleblowing Information System (Wise) dan call center 147, guna memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan perbaikan kebijakan.

“Langkah ini tidak hanya memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan secara langsung, tetapi juga membuka ruang dimana masyarakat dapat dengan nyaman menyuarakan aspirasi dan masukan mereka secara langsung dan efektif," kata Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi.

Dengan seluruh pendekatan tersebut, Kemenkeu diharap dapat memberikan respons yang cepat dan tepat terhadap isu-isu yang tengah mendominasi percakapan publik serta menciptakan interaksi yang lebih proaktif dan efektif dengan seluruh lapisan masyarakat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya