Berita

Presiden RI, Joko Widodo dan Presiden China, Xi Jinping/Net

Bisnis

Nilai Perdagangan RI-China Tembus Rp 2.041 Triliun

KAMIS, 19 OKTOBER 2023 | 09:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan China semakin kuat dengan mencapai nilai perdagangan melebihi angka 130 miliar, atau setara dengan Rp 2.041 triliun.

Hal ini diumumkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, Erick Thohir, dalam rangkaian acara The Third Belt and Road Forum for International Cooperation di Beijing.

"Ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi kedua negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat terus diperbaiki dan ditingkatkan," ujar Erick, yang dikutip Kamis (19/10).


Dalam Indonesia-China Business Forum, Menteri BUMN itu juga mengumumkan bahwa investasi China di Indonesia telah mencapai 12,6 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 197,8 triliun dengan berbagai sektor investasi, termasuk energi dan teknologi kesehatan.

"Investasi senilai 12,6 miliar dolar ini melibatkan perusahaan swasta, BUMN-swasta, maupun BUMN-BUMN, yang bertujuan untuk memperkuat pengembangan industri baterai listrik, energi hijau, dan teknologi kesehatan di Indonesia, sekaligus menciptakan peluang pekerjaan baru," jelas Erick Thohir.

Dalam kunjungan kerja itu, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) telah bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping untuk membahas berbagai pembahasan mencakup peningkatan kerja sama investasi dalam sejumlah sektor, seperti baterai kendaraan listrik, otomotif, pabrik suku cadang, kilang petrokimia, produksi baja, dan pengembangan kerja sama di sektor ekonomi halal.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan harapannya agar China dapat menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.

"Untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara, saya harap RRC juga dapat jadi mitra strategis," kata Jokowi mengutip keterangan resminya.

Terkait perdagangan, Presiden Jokowi juga mengusulkan perlunya pembaruan protokol dan peningkatan kuota impor untuk produk seperti sarang burung walet, serta penambahan jenis produk ekspor seperti perikanan, pertanian, dan buah tropis.

Sementara dalam sektor keuangan, Jokowi juga mendukung rencana pembentukan transaksi dalam mata uang lokal melalui QR cross-border untuk memfasilitasi ekspor-impor dan investasi.

Di samping itu, dalam upaya mengatasi tantangan ketahanan energi, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Indonesia sedang mempercepat penambahan pembangkit energi terbarukan (EBT) sebesar 60 GW hingga tahun 2040. Ia berharap China juga dapat mendukung kerja sama di sektor kelistrikan antara Indonesia dan Tiongkok.

Selain aspek ekonomi, peningkatan jumlah wisatawan antara kedua negara juga menjadi fokus yang ditekankan dalam pertemuan tersebut, di mana Presiden Jokowi mengusulkan penambahan frekuensi penerbangan langsung antara Indonesia dan China serta peningkatan program beasiswa dan pelatihan vokasi bagi mahasiswa Indonesia.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya