Berita

Dimas Oky Nugroho/Net

Politik

Loyalis Jokowi Pamit Setelah Putusan MK: The Romance Is Over

RABU, 18 OKTOBER 2023 | 13:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Loyalis Presiden Joko Widodo perlahan pamit setelah putusan kontroversial Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan batas usia minimal capres-cawapres 40 tahun atau berpengalaman sebagai kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Salah satu di antaranya adalah mantan Staf Khusus Kantor Staf Kepresidenan, Dimas Oky Nugroho. Dimas yang juga Ketua Perkumpulan Kader Bangsa ini memilih pamit dari Jokowi.

Ia menilai sejatinya politik harus selalu memiliki nilai-nilai keteladanan yang berlandaskan pada idealisme dan moralitas tertinggi, dan hal itu merujuk pada nilai-nilai nusantara dan nilai-nilai yang diperjuangkan sejak negara-bangsa ini berdiri.


"Politik itu ada virtue-nya, apalagi jika merujuk pada idealisme negara-bangsa ini berdiri. Bahkan jika merujuk pada kemuliaan nilai-nilai nusantara, kita ini adalah bangsa yang selalu setia pada apa yang disebut sebagai 'the highest virtue', hikmat kebijaksanaan, moralitas tinggi," kata Dimas Oky Nugroho dikutip dari akun media sosial Instagramnya, Rabu (18/10).

Politik, kata dia, tidak semata-mata hanya kekuasaan. Politik adalah keteladanan yang harus diberikan dan dituntunkan kepada seluruh rakyat secara menyeluruh dan inklusif kepada anak-anak bangsa.

Pernyataan Dimas ini berkaitan dengan manuver politik anak-anak Presiden Jokowi. Mulai dari Kaesang Pangarep yang secara tiba-tiba didaulat menjadi Ketum PSI hingga Gibran Rakabuming Raka yang kini terbuka lebar untuk menjadi bacawapres setelah keluarnya putusan MK.

"Ngono-ngono tapi yo ojo ngono rek, jangan receh, tidak aji mumpung, tidak menghalalkan segala cara, tidak mentang-mentang, tidak mengada-ada, tidak akal-akalan, senantiasa jujur dan ksatria," tulis Dimas.

Dalam perjalanan politik Jokowi, sosok Dimas ikut memimpin Jokowi Centre saat Pilgub DKI Jakarta tahun 2012. Dimas juga menjadi pendukung awal Jokowi saat maju sebagai Capres 2014.

Pada tahun 2017, Dimas menjabat Staf Khusus KSP dan pernah pula menjadi Komisaris Independen Bank Syariah Mandiri.

Di akhir pernyataannya, Dimas memberikan isyarat yang diduga ditujukan kepada Jokowi agar selalu waspada dan bijaksana.

"I think 'the romance' is over (saya rasa romansa telah berakhir). Saya mohon izin pamit Pak Jokowi, diawali dengan baik semoga insyaallah diakhiri pula dengan baik," tutup Dimas.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya