Berita

Yenny Wahid/RMOL

Politik

Punya Darah NU 24 Karat, Ganjar Disarankan Gandeng Yenny Wahid

RABU, 18 OKTOBER 2023 | 00:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Prof. Dr. Imam Ghazali Said, MA menyebut kubu Ganjar Pranowo harus cermat dan berhitung secara matang dalam memutuskan pendamping mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Pria asal Madura ini lebih cenderung mendukung Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid sebagai pendamping Ganjar. Pasalnya, Yenny disebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan Menko Polhukam Mahfud MD.

Menurutnya, Pilpres 2024 ini Ganjar membutuhkan cawapres representasi dari organisasi Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan juga representasi Jawa Timur sebagai daerah dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.


"Pak Ganjar butuh sosok pendamping dari NU. Karena semua capres merebut suara NU. Sosok yang merepresentasikan NU ya Mbak Yenny. Sebab, beliau cicit dari pendiri NU Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy'ari, anak dari Gus Dur," kata Prof Imam Ghazali Said dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/10).

Di samping itu, Yenny Wahid juga menjadi pengurus PBNU. Sehingga Yenny Wahid disebut secara biologis dan ideologis mengalir darah NU.

"Yenny Wahid ini ke-NU-annya 24 karat. Dia adalah representasi NU karena memiliki garis keturunan dari ayahnya hingga buyutnya, pendiri NU. Yenny ini dzuriyah pendiri NU," tegasnya.

Di sisi lain, Yenny Wahid dinilai memiliki pendukung yang fanatik di akar rumput. Terutama dari kalangan NU kultural, kiai-kiai kampung, Pondok Pesantren yang terafiliasi dengan NU serta para pengikut Gus Dur atau Gusdurian.

"Akar rumput NU ini saya kira solid mendukung Yenny Wahid, termasuk saya pribadi mendukung Yenny Wahid. Tidak mungkin ke yang lain. Apalagi kalau kita lihat dari survei elektabilitasnya sebagai cawapres Ganjar itu sangat tinggi," jelasnya.

Di samping sebagai representasi NU, Yenny yang kerap menyuarakan demokrasi, kesetaraan, moderasi beragama dan multikulturalisme di seluruh dunia sangat dibutuhkan saat ini.

"Situasi geopolitik di dunia saat ini, memang butuh sosok yang pengalaman global seperti Yenny Wahid untuk menyuarakan perdamaian global," ungkapnya.

Ketika ditanya nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya ini menilai Mahfud tidak terlalu merepresentasikan NU.

"Pak Mahfud ini tidak pernah secara spesifik di struktural NU. Sehingga sering dianggap bukan representasi NU," ucapnya.

"Itu kan pernah diributkan Pilpres yang lalu, walaupun background keluarganya NU, secara kultural NU, tapi pak Mahfud ini dianggap belum pernah jadi aktivis NU," jelasnya lagi.

Walaupun, kata dia, Mahfud sendiri lebih banyak aktif di lembaga non formal NU, membantu kader-kader NU yang terlibat masalah hukum.

"Ya beliau pernah terlibat dalam urusan-urusan NU tapi itu secara non formal. Maka dianggap tidak melekat ke-NU-an itu padanya," tutur dia.

Namun, lanjutnya, Mahfud MD merupakan tokoh senior yang dihormati di Indonesia karena pengalamannya yang paripurna di berbagai instansi pemerintahan.

"Pak Mahfud ini sudah paripurna sebagai tokoh bangsa dan pejabat publik. Tapi dalam konteks elektoral, capres butuh pendamping yang memiliki basis massa di akar rumput dan kekuatan yang solid sehingga bisa memenangkan pertarungan di Pilpres," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya