Berita

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Pahala Mansury saat menyampaikan pidato di Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INALAC)/Kemlu

Bisnis

Wamenlu Dorong Tiga Bidang Kerja Sama RI-Amerika Latin dan Karibia

SELASA, 17 OKTOBER 2023 | 16:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dalam upaya memperkuat kemitraan antara Indonesia dengan Amerika Latin dan Karibia, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Pahala Mansury, mendorong tiga bidang kerja sama yang saat ini sedang difokuskan untuk menjalin kemitraan tersebut.

Dalam Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INALAC), Pahala menekankan perdagangan dan investasi yang menjadi kunci kerja sama.

"Pertama, kami akan memperluas perdagangan dan investasi," katanya, Senin (16/10).


Selama lima tahun terakhir, perdagangan antara Indonesia dan negara Amerika Latin dan Karibia disebut telah tumbuh sekitar 8,9 persen, mencapai 13,10 miliar pada tahun 2022, naik 24,4 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, investasi antara Indonesia dengan Amerika Latin dan Karibia senilai 11,30 juta dolar (Rp 177 miliar) pada 2022.

Pahala menuturkan, Indonesia dan kawasan tersebut sudah mempunyai mekanisme yang kuat untuk menjalin kerja sama yang konkret.

Menurutnya, kemitraan strategis dengan Brasil dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Chile harus dimanfaatkan sepenuhnya.
 
Begitu pula dengan CEPA Indonesia-Mercosur dan CEPA Indonesia-Peru.
 
“Kita juga harus menjajaki peluang lebih lanjut, termasuk akses pasar yang lebih besar untuk barang-barang berteknologi tinggi dan bernilai tambah tinggi. Dan investasi pada sektor-sektor strategis,” lanjut dia.

Fokus kedua dalam upaya perkuatan kemitraan adalah transisi ke energi terbarukan. Pahala menyoroti bahwa baik Indonesia maupun Amerika Latin memiliki ambisi yang sama untuk beralih ke energi terbarukan dan mencapai emisi nol bersih.

"Indonesia dan Amerika Latin mempunyai ambisi yang sama, untuk beralih ke energi terbarukan, dan mencapai emisi nol bersih," lanjutnya.

Kedua kawasan ini memiliki potensi besar sebagai pusat energi terbarukan, terutama dalam produksi hidrogen hijau.
 
Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia, lanjut dia, juga dapat memainkan peran penting dalam industri kendaraan listrik. Pasalnya, kawasan ini mempunyai cadangan yang melimpah mineral penting, termasuk Nikel, Tembaga, Kobalt, dan Lithium.
 
“Kita harus berusaha bagaimana kita bisa saling melengkapi, menjadi bagian penting dalam rantai pasokan global, dan berkontribusi pada percepatan transisi energi global," serunya.
 
Fokus ketiga, kata Pahala, ekonomi digital dan kreatif. Pahala mencatat pertumbuhan teknologi digital yang signifikan di kedua kawasan, dengan potensi menghasilkan hingga triliunan dolar.

“Kami mengalami hal yang substansial pertumbuhan teknologi digital yang berpotensi menghasilkan 1,7 triliun dolar (Rp 26.735 triliun) pada tahun 2030 di Amerika Latin, dan 360 miliar dolar (Rp 5.661 triliun) pada 2023 di Indonesia," terangnya.

Menurut Pahala, baik Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia telah menikmati lebih dari 4 persen PDB dari ekonomi kreatif. Hal ini menghadirkan banyak bidang untuk dikolaborasikan, termasuk dalam perkembangan digital dan infrastruktur digital.

Dalam kesempatan tersebut, Pahala membanggakan keberhasilan penyelenggaraan ASEAN-Indo Pacific Forum (AIPF) bulan lalu. Kegiatan di sela KTT ASEAN ini menghasilkan 93 proyek kerjasama senilai 38,2 miliar dolar (Rp 600 triliun), di bidang teknologi digital, energi terbarukan, kesehatan dan sektor strategis lainnya.
 
“Saya berharap INALAC akan menghasilkan kesuksesan yang sama atau bahkan lebih. Ke depan Indonesia juga akan menjajaki kemungkinan pembentukan Forum INALAC yang terdiri dari tiga pilar, yakni ekonomi, sosial budaya dan isu strategis lainnya," tambahnya.
 
Ia menutup pidato tersebut dengan mengumumkan Forum Bisnis INALAC yang ke-6 akan digelar di Lima, Peru tahun depan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya