Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tegang Lagi, Filipina Desak China Hentikan Manuver Berbahaya di Laut China Selatan

SENIN, 16 OKTOBER 2023 | 20:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Filipina menyerukan China untuk menghentikan tindakan berbahaya dan ofensif di Laut China Selatan. Seruan itu muncul setelah terjadinya beberapa kali ketegangan antara kedua belah pihak di perairan yang disengketakan.  

Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Romeo Brawner pada Senin (16/10) mengatakan sebuah kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) mendekat ketika mencoba menyeberang di depan kapal Filipina di dekat pulau Thitu, pos terdepan Manila yang terbesar dan paling strategis di Laut Cina Selatan.

“Manuver berbahaya dan ofensif yang dilakukan oleh PLAN China ini tidak hanya berisiko menimbulkan tabrakan tetapi juga secara langsung membahayakan nyawa personel maritim dari kedua belah pihak,” kata Brawner, seperti dimuat Reuters.


Sementara itu, jurubicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyebut tindakan Beijing itu merupakan upaya untuk mempertahankan kedaulatan dan kehadiran di dekat Thitu, yang disebut Pulau Zhongye oleh China.

“Pendudukan ilegal Pulau Zhongye oleh pihak Filipina telah secara serius melanggar kedaulatan China. Masuk akal dan sah bagi kapal perang China untuk berpatroli di perairan dekat Pulau Zhongye," kata Mao Ning.

Ini adalah upaya terbaru dari serangkaian upaya China untuk memantau dan memblokir misi pasokan Filipina untuk personel di wilayah yang diduduki Manila di Laut Cina Selatan.

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut Cina Selatan. Hubungan antara Manila dan Beijing memburuk sejak Presiden Filipina Ferdinand Marcos menjalin hubungan lebih dekat dengan Washington.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya