Berita

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese/Net

Dunia

Australia Tolak Referendum Masyarakat Pribumi

SENIN, 16 OKTOBER 2023 | 14:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Australia telah menolak usulan untuk mengakui masyarakat pribumi dalam konstitusinya dan memberikan mereka suara dalam pemilu.

Usulan tersebut dipilih dalam referendum pada Sabtu (14/10). Warga Australia harus memilih apakah akan mengubah konstitusi untuk mengakui masyarakat Aborigin dan Pulau Selat Torres melalui pembentukan badan penasehat Masyarakat Adat.

Referendum yang berhasil memerlukan setidaknya empat dari enam suara yang mendukung, serta mayoritas nasional.


Berdasarkan perhitungan suara secara nasional, dengan hampir 70 persen suara telah dihitung, penolakan mencapai 60 persen, sementara mereka yang setuju 40 persen.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengakui bahwa ini bukanlah hasil yang diharapkannya namun negara harus mencari cara baru untuk melakukan rekonsiliasi dengan masyarakat adat.

“Jalan negara kita menuju rekonsiliasi seringkali sulit. Malam ini bukanlah akhir dari perjalanan dan tentunya bukan akhir dari upaya kami untuk menyatukan masyarakat," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Penduduk asli Australia, yang merupakan 3,8 persen dari 26 juta penduduk negara tersebut, telah mendiami wilayah tersebut selama sekitar 60 ribu tahun namun tidak disebutkan dalam konstitusi. Berdasarkan ukuran sosial-ekonomi, mereka merupakan kelompok masyarakat yang paling dirugikan di Australia.

Banyak masyarakat adat yang mendukung perubahan tersebut, namun ada pula yang mengatakan bahwa perubahan tersebut merupakan gangguan dalam mencapai hasil yang praktis dan positif.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya