Berita

Serma SP/Ist

Pertahanan

Anggota TNI Inisial SP Diduga Korban Pengeroyokan, Begini Kronologinya

SELASA, 10 OKTOBER 2023 | 16:36 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Seorang anggota TNI bernama Serma SP, diduga jadi korban pengeroyokan beberapa orang di tanjakan pesantren Alharomain Ganceng, Jakarta Timur, Senin (9/10).

Serma SP yang sehari-hari berdinas sebagai Dantim Provos Satpamwal Denma Mabes TNI mengalami luka-luka dibagian muka usai diduga dikeroyok oleh delapan pelaku.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono menceritakan awal mula kejadian.


“Saat Serma SP melintas di tanjakan depan pesantren Alharomain Ganceng dengan menggunakan mobil pickup, pada waktu berada di tanjakan ada satu unit sepeda motor mogok yang mengakibatkan mobil pickup carry yang berada di depan kendaraan Serma SP berhenti mendadak,” kata Julius melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/10).

"Kemudian Serma SP yang berada di belakang pickup carry juga berhenti mendadak," tambahnya.

Akibat berhenti mendadak, kejadian ini mengakibatkan satu unit sepeda motor beat  di belakang mobil Serma SP menabrak bagian belakang pickup.

Kemudian pengemudi sepeda motor beat menuntut ganti rugi kepada Serma SP.

"Kejadian ini menimbulkan perdebatan, pengendara sepeda motor beat menelepon rekan-rekannya, beberapa menit kemudian datanglah lebih kurang 8 orang. Mereka ikut cekcok yang disertai pengambilan kunci mobil Serma SP secara paksa yang dilanjutkan dengan  pemukulan terhadap Serma SP," jelas Julius.

Dikarenakan kalah jumlah dan membahayakan keselamatan, Serma SP menghubungi Komandan Kompi C,  kemudian Komandan Kompi C bersama 10 anggota mendatangi TKP dan mengamankan Serma SP.

Selain Serma SP, Komandan Kompi C juga mengamankan empat orang pelaku dan sisanya melarikan diri.

Adapun pelaku yang telah diamankan yaitu HL, SK, KK dan JKM, yang selanjutnya  pelaku dibawa oleh Pakorkam Mabes TNI ke Polsek Cipayung. Mereka diarahkan untuk  diproses di Polres Jakarta Timur.

Sementara itu barang bukti yang digunakan yaitu 2 buah HP Oppo, 2 buah samsung dan satu unit sepeda motor beat nopol B 5004 TLR.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya