Berita

Bacapres Prabowo Subianto dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka/Ist

Politik

Gibran Diusulkan Jadi Cawapres Prabowo, Pengamat: Kenapa Tidak dengan Ganjar?

SENIN, 09 OKTOBER 2023 | 17:09 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, diusulkan menjadi bakal calon wakil presiden untuk bakal calon presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto. Usulan tersebut bagi sebagian pihak dinilai kurang tepat.

Sebab, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, seharusnya Gibran mendampingi Ganjar Pranowo, bukan Prabowo Subianto yang berbeda partai politik.

Dengan munculnya usulan agar Gibran menjadi bacawapres Prabowo, Adi Prayitno justru menilai ada sesuatu antara internal PDIP dengan Presiden Joko Widodo.


“Yang jadi pertanyaan itu kenapa harus berdampingan dengan Pak Prabowo? Kenapa tidak dengan Ganjar? Bukankah Gibran adalah kader PDIP? Apakah ada sesuatu yang sedang terjadi, antara Gibran dan PDIP? Itu sebetulnya yang menjadi teka-teki publik. Kalau ingin memajukan Gibran kenapa tidak di PDIP berduet dengan Ganjar,” kata Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/10).

Adi pun menangkap sinyal adanya komunikasi yang kurang baik di internal PDIP dengan trah Presiden Jokowi, dengan memunculkan Gibran sebagai bacawapres Prabowo untuk 2024 nanti.

Namun, Adi tidak memungkiri, segala kemungkinan bisa terjadi dalam politik. Dan menilai isu memasangkan Gibran dengan Prabowo bisa terjadi.

“Ini kan bentuk keseriusan komunikasi politik di internal partai, kira-kira begitu. kenapa harus ke Prabowo? Nah, pertanyaan-pertanyaan itu sampai saat ini belum terjawab. Artinya dalam politik apapun bisa terjadi, yang tidak mungkin bisa mungkin,” katanya.

“Kalau Gibran maju betulan jadi wakil Prabowo, ini semakin menambah bahwa keluarga dekat presiden juga ikut terlibat dalam pilpres,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya