Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Dolar dan Yen Menguat Pasca Serangan Hamas

SENIN, 09 OKTOBER 2023 | 15:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Peningkatan konflik Timur Tengah turut memberikan dorongan pada penguatan mata uang dolar AS dan yen Jepang pada Senin (9/10)

Analis pasar di IG Australia, Tony Sycamore, menyebut bahwa ketakutan pasar semakin membesar setelah Hamas melancarkan serangan militer di wilayah Israel, disusul serangan balasan Tel Aviv ke sekitar Gaza.

"Sentimen risiko menjadi rapuh setelah pasukan Israel bentrok dengan orang-orang bersenjata dari kelompok Palestina Hamas pada akhir pekan," ungkapnya, seperti dimuat Reuters.


Kondisi itu membuat yen naik tipis lebih dari 0,3 persen terhadap euro menjadi 157,55 yen (Rp. 16,5 ribu). Sementara dolar dilaporkan menguat 0,2 persen terhadap euro menjadi 1,0565 dolar AS (Rp 16,5 ribu).

Ekonom di Wells Fargo memperkirakan dolar akan semakin menguat karena lonjakan ketanagakerjaaan AS yang melampui prediksi.

"Peningkatan lapangan kerja AS yang terbesar dalam delapan bulan pada bulan September, berpotensi menyiapkan angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada akhir pekan ini," ujarnya.

Sementara itu, dolar Australia dan Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko jatuh di perdagangan Asia yang tipis.

Terhadap dolar AS, dolar Australia sempat turun 0,24 persen pada 0,6369 dolar AS (Rp 10 ribu), sedangkan kiwi (dolar Selandia) turun 0,24 persen menjadi 0,5975 dolar AS (Rp 9,3 ribu).

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya