Berita

Operasi Badai Al Aqsa saat diluncurkan pada Sabtu, 7 Oktober 2023/Net

Dunia

Diam-diam Hamas Rencanakan Operasi Badai Al Aqsa Selama Dua Tahun

SENIN, 09 OKTOBER 2023 | 15:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Operasi Badai Al Aqsa yang diluncurkan kelompok militan Palestina, Hamas secara mendadak dikabarkan telah berhasil mengejutkan pertahanan Israel yang kebobolan dalam mencegah serangan tersebut.

Operasi ini, seperti dilaporkan Reuters pada Senin (9/10), ternyata telah direncanakan oleh Hamas secara diam-diam selama dua tahun, dengan tingkat kerahasiaan yang tinggi, dan dengan cara menipu Israel.

Dalam taktik cerdik tersebut, menurut sumber yang dekat dengan Hamas, kelompok militan Palestina itu mampu membangun gambaran nyata bahwa mereka belum siap melawan militer Israel dan tidak tertarik untuk berperang. Sebaliknya, mereka lebih tertarik untuk memedulikan nasib para pekerja di Gaza.


“Hamas menggunakan taktik intelijen yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menyesatkan Israel selama beberapa bulan terakhir, dengan memberikan kesan publik bahwa mereka tidak bersedia melakukan perlawanan atau konfrontasi dengan Israel sambil mempersiapkan operasi besar-besaran ini,” kata sumber tersebut.

Selain itu, dalam dua tahun terakhir, Hamas juga telah menggunakan taktiknya untuk menahan diri dari membalas serangan Israel, meski kelompok militan Islam lainnya yang berbasis di Gaza, seperti Jihad Islam telah melancarkan berbagai serangan roketnya, untuk membalas segala kekejaman Israel.

Sikap menahan diri yang ditunjukkan oleh Hamas ini diketahui sempat menuai kritik publik dan ejekan dari beberapa pendukungnya, yang tanpa diketahui bertujuan untuk membangun kesan bahwa Hamas lebih mengkhawatiran ekonomi daripada perang baru.

Atas tipu muslihat tersebut, sumber keamanan Israel mengakui bahwa mereka tertipu oleh Hamas, dengan mengira bahwa Hamas lebih menginginkan uang daripada berperang.

"Kami percaya bahwa pemimpin gerakan tersebut di Gaza, Yahya Al-Sinwar, sibuk mengelola Gaza daripada membunuh orang-orang Yahudi," ujar sumber keamanan Israel yang berbicara secara anonim, seraya menambahkan bahwa mereka sempat mengalihkan fokusnya dari Hamas.

Israel sejauh ini telah lama membanggakan kemampuannya dalam menyusup dan memantau kelompok-kelompok Islam di Palestina. Namun, nampaknya Hamas lebih cerdik dari itu, dengan menghindari adanya kebocoran rencana operasi.

Selama melatih ribuan para pejuangnya, banyak pemimpin Hamas, hingga para anggotanya yang bahkan tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari latihan tersebut.

Ketika harinya tiba, dalam operasi itu, militan Hamas kemudian baru mengetahui rencana menyerang Israel, yang bertepatan dengan hari Sabat Yahudi dan hari raya keagamaan, dengan mengerahkan 3.000 roket yang ditembakkan dari Gaza, buldoser, pesawat layang layang, dan sepeda motor untuk menghadapi tentara paling kuat di Timur Tengah itu.

“Ini adalah peristiwa 9/11 yang kami alami. Mereka menangkap kita, mereka mengejutkan kami dan mereka datang dengan cepat dari berbagai tempat, baik dari udara, darat, dan laut,” kata juru bicara Angkatan Pertahanan Israel, Mayor Nir Dinar.

Akibat serangan tersebut pejuang Hamas telah menyerbu kota-kota Israel, menewaskan 700 warga Israel dan menculik puluhan orang. Serangan itu disebut sebagai serangan paling mengejutkan dan mematikan sejak Perang Yom Kippur 50 tahun lalu. Sementara itu, Israel telah membunuh lebih dari 400 warga Palestina dalam serangan balasannya di Jalur Gaza.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya