Berita

Aksi menolak politik Dinasti/Net

Nusantara

Pendukung Jokowi Tidak Ingin Dinasti Rusak Legasi

MINGGU, 08 OKTOBER 2023 | 07:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pegiat media sosial pendukung Presiden Joko Widodo mulai mengungkapkan rasa gelisah mereka atas situasi politik yang tengah terjadi. Mereka tidak ingin Jokowi terjebak dalam politik dinasti di akhir masa amanah.

Salah satu yang bersuara adalah pendukung garis keras Jokowi, Septian Raharjo melalui akun media sosial X, @Gus_Raharjo. Dia tidak ingin mantan Walikota Surakarta itu tergelincir di ujung masa kepemimpinan gemilang. Dia khawatir Jokowi rusak akibat ulah para pembisik yang tidak bertanggung jawab.

“Saya setuju dengan Mas @ulinyusron dan Mbak @DiniHrdianti. Sebagai pendukung Pak Jokowi Garis Keras, kita harus tetap mengingatkan. Karena jangan sampai legasi Pak Jokowi jadi buruk gara-gara pembisik yang ugal-ugalan. Kita tetap akan kenang Pak Jokowi sebagai presiden terbaik,” tulis pegiat medsos dengan 66,7 ribu followers ini seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Jatim, Sabtu (7/10).


Dia berharap, kabar Jokowi ingin membangun dinasti politik di akhir masa jabatan adalah bohong alias hoax.

“Semoga kabar yang saya terima itu salah. Saya tetap percaya seorang Joko Widodo yang merakyat dan tidak ada tujuan secuil pun soal kekuasaan," tambah Septian.

Keinginan senada sempat disampaikan pegiat medsos pendukung Jokowi, Dini Poedji Hardianti melalui akun @DiniHrdianti. Dia berharap Jokowi mengakhiri masa jabatan dua periode dengan terhormat.

Sebagai aktivis di era Orde Baru, Dini tidak ingin ada kekuasaan yang abadi dan dinasti. Dia ingin Indonesia menjadi negara negara demokrasi.

“Saya adalah pendukung Bapak mulai dari Pilkada DKI 2012, Bapak salah satu pemimpin terbaik yang sudah membuat pondasi yang kuat di negeri tercinta ini. Sekedar mengingatkan, jangan menabrak konstitusi dengan memperalat MK yang akan merusak demokrasi di negeri tercinta ini,” tuturnya.

Dini turut menyertakan dua potongan video aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Yogyakarta, yang  menolak politik dinasti. Mereka menolak cara rezim yang berkuasa saat ini karena telah merusak demokrasi dengan menabrak konstitusi, memperalat Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meneguhkan kekuasaan.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya