Berita

Budayawan Eros Djarot/Repro

Politik

Eros Djarot sebut Oligarki The Real Winner Pemilu Bukan Parpol

KAMIS, 05 OKTOBER 2023 | 05:15 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemilu sepertinya bukan untuk rakyat bila ada pihak yang enggan keluar dari zona nyaman. Sebaliknya, malah menggunakan kekuasaan untuk merangkul pihak-pihak tertentu untuk kepentingan golongan bukannya rakyat.

Adalah oligarki yang diduga mencoba mengatur Pemilu untuk kepentingan mereka. Padahal, sejatinya partai politik itulah yang menjadi sarana serta penghubung bagi pemerintah dan rakyatnya.

Pandangan itu disampaikan Budayawan Eros Djarot dalam acara Satu Meja di Kompas TV beberapa hari lalu, yang dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/10).


"Artinya zona nyaman yang sudah mereka kuasai harus dipertahankan nah yang saya lihat makanya saya enggak tahu, mungkin saya berbeda sebetulnya perlombaan ini semua itu kan the real winner bukan partai-partai kok, para oligarki itu the real winner dalam konteks hari ini," kata Eros.

Menurut Eros, pengaruh oligarki saat ini bisa dilihat dari beberapa hasil survei, dimana hanya partai-partai itu saja yang menonjol.

"Apa yang kita lihat sehari-hari pendekatakan legal formalistik yang menang ya PDIP mungkin nanti Gerindra tapi who is the real winner? Sudah kita bisa baca dari ulah para petinggi politik hari ini," kata Eros.

Karena itulah, Eros justru bertanya tujuan dari Pemilu itu sendiri yang sejatinya dibuat untuk mensejahterakan rakyat.

"Pemilu atau pesta demokrasi ini pestanya rakyat atau petinggi partai?" tanya Eros.




Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya