Berita

Sosok elf atau peri yang ada di dalam animasi PLA China berjudul "Mimpi yang Menjadi Kenyataan di Sungai Fuchun” yang dipertontonkan kepada publik selama peringatan Hari Nasional pada Minggu, 1 September 2023/Net

Dunia

Tentara PLA China Bikin Animasi Penyatuan Taiwan

SELASA, 03 OKTOBER 2023 | 11:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di peringatan Hari Nasional, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di wilayah Timur meluncurkan film pendek animasi yang cukup kontroversial.

Pasalnya, animasi tersebut menggambarkan penyatuan Taiwan dengan China yang secara simbolis ditunjukkan melalui penyatuan kembali dua bagian lukisan yang terbagi dua sejak lebih dari 300 tahun lalu.

Mengutip First Post pada Selasa (3/10), film pendek yang dikeluarkan PLA itu diberi judul "Mimpi yang Menjadi Kenyataan di Sungai Fuchun” dan dipertontonkan kepada publik selama peringatan Hari Nasional pada Minggu (1/10).


Film tersebut menampilkan dua elf yang merepresentasikan fragmen lukisan Huang Gongwang, yang dirobek-robek pada abad ke-17 oleh salah satu pemiliknya.

Di akhir film, kedua tokoh protagonis bersatu dan secara ajaib memperbaiki lukisan itu.

Dalam animasi itu, PLA juga menambahkan cuplikan formasi jet tempur J-20 dan kapal induk sepanjang perjalanan dua elf untuk dijadikan sebagai pengingat visual dari medan pertempurannya.

Gulungan lukisan kecil sepanjang 51 cm bernama “Gunung yang Tersisa”, saat ini berada di Museum Provinsi Zhejiang di Hangzhou, China. Sementara “Gulungan Master Wuyong” sepanjang 640 cm telah disimpan oleh Museum Istana Nasional Taiwan sejak tahun 1950-an.

China pernah meminjam gulungan besar dari Taiwan selama dua bulan saat hubungan keduanya membaik pada 2011 lalu.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir hubungan keduanya memburuk. China bahkan meningkatkan latihan militernya di dekat Taiwan.

Secara bersamaan, China juga dilaporkan tengah mengembangkan rencana ambisius untuk menyatukan zona perekonomian provinsi Fujian dengan Taiwan.

Taipei tentu saja menolak tawaran tersebut meski Beijing menawarkan keuntungan ekonomi yang besar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya