Berita

Ilustrasi pembuatan batik tulis/Net

Politik

Kampanye Penggunaan Batik Memang Baik, Tapi Menjaga Regenerasi Pembatik Jauh Lebih Penting

SENIN, 02 OKTOBER 2023 | 17:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pelestarian batik sebagai bagian dari budaya bangsa beserta nilai yang menyertainya merupakan tanggung jawab setiap anak bangsa. Langkah pelestarian itu harus dilakukan segera dan menyeluruh dari hulu hingga hilir untuk menghindari kepunahan.

"Batik yang merupakan karya budaya warisan nenek moyang kita merupakan bagian dari perjalanan bangsa yang harus dilestarikan. Perlu langkah nyata dalam mengupayakannya," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya dalam rangka Hari Batik Nasional, Senin (2/10).

Menurut Rerie, sapaan akrabnya, upaya pelestarian batik saat ini menghadapi banyak tantangan, baik dari sisi hulu hingga hilir dari rantai produksi atau pembuatan batik.


Dari sisi hulu, regenerasi para pembatik tidak berjalan dengan baik. Sehingga, semakin hari jumlah orang yang memiliki keterampilan membatik semakin berkurang.

Data Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) pada 2020 lalu diperkirakan jumlah perajin batik mencapai 151.565 orang. Namun saat ini, hanya tinggal 37.914 perajin saja yang masih aktif berproduksi.

Tak hanya itu, imbas pandemi Covid-19 juga menyebabkan banyak perajin batik terpaksa alih profesi.

Di sisi hilir, lanjut anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Jawa Tengah 2 itu, pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung dalam setiap karya batik juga semakin berkurang.

Kombinasi kendala di dua sisi dalam rantai produksi batik itu mengancam eksistensi batik karya anak bangsa.

Langkanya perajin yang mampu membatik, tambah Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, seringkali dimanfaatkan oleh negara lain untuk memproduksi batik secara masal dengan harga yang lebih terjangkau dan mengikuti selera pasar.

Karena itu, upaya untuk mengatasi sejumlah kendala yang mengancam eksistensi batik karya anak bangsa itu, tegas Rerie, harus segera dilakukan bila kita tidak ingin kehilangan warisan budaya yang sarat nilai luhur tersebut.

Rerie menilai memasyarakatkan penggunaan batik sangat penting, tetapi lebih penting dari itu adalah menjaga agar regenerasi pembatik berjalan dengan baik.

Rerie menegaskan, upaya untuk melahirkan pembatik-pembatik muda harus mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, demi tetap berlangsungnya pelestarian karya batik beserta nilai-nilai budaya luhur yang dikandungnya.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Di Depan Mahasiswa, Direktur Pertamina Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:19

PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Indonesia, Pengguna EV Kini Makin Nyaman

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:14

Polri Panen Raya Jagung di Bengkayang

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:14

Viral Sarden Disebut Bukan UPF, Ini Penjelasannya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:11

OPM Diduga Dalang Pembunuhan Delapan Penambang Emas di Distrik Korawai

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:05

Mengenal Duck Syndrome yang Viral di Media Sosial, Ini Pengertian dan Dampaknya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:04

MBG Tetap Prioritas meski Anggaran Dipangkas

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:46

Pidato Prabowo ke Golkar Dinilai Bukan Sekadar Candaan

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:42

Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:33

Hubungan Baik Prabowo-Megawati Perlihatkan Kepemimpinan Inklusif

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:32

Selengkapnya