Berita

Menteri Pertahanan Yoav Gallant dari Israel dan Boris Pistorius dari Jerman menandatangani perjanjian Arrow 3 di Berlin/Net

Global

Amankan Wilayah Udara, Jerman Sepakat Beli Sistem Anti Rudal Arrow 3 Israel

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2023 | 11:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jerman akhirnya mencapai kesepakatan untuk membeli sistem anti-rudal Arrow 3 dari Israel pada Kamis (27/9) waktu Berlin.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dengan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius setelah berbulan-bulan melakukan pembicaraan mengenai penjualan pencegat rudal.

Sementara Pistorius mengatakan kesepakatan itu bersejarah, Gallant, yang orang tuanya adalah penyintas Holocaust, mengatakan itu adalah peristiwa yang mengharukan bagi setiap orang Yahudi.


“Hanya 80 tahun sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua, namun Israel dan Jerman hari ini bergandengan tangan dalam membangun masa depan yang lebih aman,” katanya, seperti dimuat The National.

Pistorius dalam pernyataannya mengatakan bahwa perang di Ukraina, di mana Rusia menghantam infrastruktur sipil dengan serangan rudal, menunjukkan pentingnya pertahanan udara.

"Sistem rudal baru ini akan membuat pertahanan udara Jerman siap untuk masa depan," kata Pistorius.

Gallant mengatakan, kesepakatan tersebut - yang diperkirakan bernilai 3,5 miliar dolar AS-, juga akan berkontribusi terhadap perekonomian Israel.

Sistem Arrow, yang dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries dan pembuat pesawat AS Boeing, dirancang untuk mendeteksi, mencegat, dan menghancurkan rudal balistik yang masuk. Produsen menyebutnya sebagai pencegat rudal terbaik di dunia.

Israel memang dikenal dengan kemampuan pertahanan udaranya yang sangat canggih, dan Arrow 3 dilaporkan telah digunakan untuk melawan tembakan dari Iran dan Suriah. AS harus menyetujui penjualan tersebut karena keterlibatan Boeing.

Anggota baru NATO, Finlandia, mengumumkan akan membeli sistem Israel lainnya, David's Sling, dengan kesepakatan 316 juta euro (setata 332,6 juta) tahun ini.

Meskipun penjualan senjata Israel meningkat akibat perang di Ukraina, Israel menahan diri untuk tidak mengirim senjata ke kedua pihak yang berkonflik.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya