Berita

Aparat mengevakuasi korban kebakaran acara perayaan pernikahan, di Hamdanya, Irak, 27 September/Net

Dunia

Umat Kristen Irak Salahkan Pemerintah atas Kebakaran di Pesta Pernikahan

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2023 | 09:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Umat Kristen Irak yang pernah diusir dari desa mereka oleh ISIS menyalahkan lemahnya perlindungan pemerintah dalam kebakaran yang menewaskan lebih dari 100 teman dan kerabat di sebuah pesta pernikahan minggu ini.

Dalam pernyataannya mereka menyesalkan pemerintah karena dianggap gagal memberikan jaminan keamanan, menyalahkan perilaku korup para pejabat di Irak.

“ISIS tidak membunuh kami, bencana ini yang membunuh kami,” kata Pastor Boutros Shito, berbicara di aula gereja setempat sementara para pelayat menguburkan jenazah orang yang mereka cintai, seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (28/9).


Shito kehilangan kedua orang tua, dua saudara perempuan, dan dua keponakannya, akibat kebakaran yang melanda aula pernikahan yang penuh sesak di Hamdaniya, yang juga disebut Qaraqosh, pada Rabu (27/9). Lebih dari 100 orang tewas dalam peristiwa itu, kata pejabat pemerintah.

“Di negara ini kami selalu menunggu sampai terjadi bencana baru kemudian menghadapi dampaknya,” sesal Shito.

“Rumah kami sekarang kosong dari keluarga karena keserakahan dan korupsi," katanya.

Pejabat pemerintah telah mengumumkan penangkapan 14 orang terkait kebakaran pada Selasa malam, termasuk pemilik gedung acara. Aparat juga menjanjikan penyelidikan cepat dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu 72 jam.

Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani mengunjungi korban kebakaran di dua rumah sakit setempat pada Kamis dan mengatakan telah mengarahkan polisi memberikan hukuman seberat mungkin kepada siapapun yang terlibat.

Saksi mata mengatakan kobaran api dimulai sekitar satu jam setelah kejadian ketika suar membakar dekorasi langit-langit.

Mereka mengatakan aula tersebut tidak memiliki alat pemadam kebakaran dan hanya sedikit pintu keluar darurat dan petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai ke sana.

Ini adalah yang terbaru dari serangkaian kecelakaan tragis di Irak yang telah menewaskan ratusan orang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kebakaran di rumah sakit Bagdad pada 2021 dan kapal feri sungai yang terbalik di Mosul pada 2019.

Semua kecelakaan tersebut disebabkan oleh kelalaian, lemahnya peraturan, dan korupsi.

Kritik terhadap lemahnya pendekatan terhadap keselamatan publik adalah hal biasa di Irak, sebuah negara di mana negaranya telah melemah karena konflik yang berulang sejak invasi AS pada tahun 2003, dan dimana pelayanannya terganggu karena korupsi yang merajalela.

Setelah puluhan tahun mengalami kediktatoran dan penindasan internal, invasi tahun 2003 memicu kekerasan dan perang saudara yang memicu kelompok ekstremis seperti al-Qaeda.

Wilayah Hamdaniya yang mayoritas beragama Kristen termasuk di antara sejumlah kota yang direbut pejuang ISIS setelah mendeklarasikan kekhalifahan dari dekat Mosul, kota terbesar kedua di Irak.

Sebagian besar penduduk Hamdaniya melarikan diri karena takut akan penganiayaan dan kematian di tangan para ekstremis.

Pasukan Irak dan internasional mengusir militan dari Hamdaniya pada tahun 2016 selama kampanye untuk mengalahkan kelompok tersebut di Irak dan Suriah.

Banyak warga yang kembali setelah ancaman ekstremis hilang. Namun setelah kebakaran pernikahan minggu ini, beberapa orang mengatakan harapan untuk masa depan yang lebih baik hancur oleh kenyataan dari upaya yang serampangan dan tidak berfungsi untuk membangun kembali tanah air mereka.

Pejabat pemerintah mengatakan kurangnya langkah-langkah keselamatan dan keamanan serta penggunaan bahan-bahan yang sangat mudah terbakar di dalam gedung membantu penyebaran api.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya