Berita

Ilustrasi/Net

Global

Peretas China Diduga Curi Puluhan Ribu Email dari Departemen Luar Negeri AS

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2023 | 13:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Departemen Luar Negeri AS telah menjadi korban peretasan besar-besaran oleh hacker yang diduga berasal dari China.

Dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan anggota Senat AS pada Rabu (27/9), peretasan ini mengakibatkan pencurian puluhan ribu email dari akun Departemen Luar Negeri AS.

"Sekitar 60.000 email telah dicuri dari 10 akun Departemen Luar Negeri. Sembilan dari korban tersebut bekerja di Asia Timur dan Pasifik dan satu orang bekerja di Eropa," kata  seorang staf yang mewakili Senator Eric Schmitt yang berbicara secara anonim.


Mengutip India Today, Kamis (28/9), korban dari peretasan ini sebagian besar adalah individu yang bekerja dalam upaya diplomasi Indo-Pasifik di Departemen Luar Negeri AS, di mana para peretas berhasil memperoleh daftar lengkap email mereka yang terkait dengan departemen tersebut.

Para peretas itu berhasil menyusupi perangkat insinyur Microsoft, yang pada akhirnya memungkinkan mereka untuk mengakses akun email Departemen Luar Negeri AS.

Peristiwa ini telah menggarisbawahi peran besar yang dimainkan oleh Microsoft sebagai salah satu pihak yang bertanggungjawab dalam menyediakan layanan TI kepada pemerintah AS.

Untuk meningkatkan keamanan, Departemen Luar Negeri AS kini memulai peralihan ke lingkungan "hibrida" dengan melibatkan beberapa perusahaan vendor untuk TI dan meningkatkan penggunaan otentikasi multi-faktor.

“Kita perlu memperkuat pertahanan kita terhadap serangan dan penyusupan siber semacam ini. Kita perlu mencermati ketergantungan pemerintah federal pada satu vendor sebagai potensi titik lemahnya,” kata Senator Schmitt dalam pernyataannya.

Peretasan serupa juga diketahui pernah terjadi pada Juli lalu, di mana pejabat AS dan perusahaan teknologi raksasa Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa para peretas yang diduga berasal dari China telah berhasil mengakses akun email di sekitar 25 organisasi, termasuk Departemen Perdagangan dan Luar Negeri AS.

Tuduhan yang menunjukkan keterlibatan China dalam serangan siber itu telah menambah ketegangan yang sudah ada antara AS dan China, dengan pemerintah Beijing sendiri dengan tegas telah membantah semua tuduhan tersebut.

Sampai saat ini, juru bicara Microsoft belum memberikan komentar mengenai pengarahan terbaru Senat tersebut. Namun perusahaan besar itu tengah mendapat kritikan keras atas praktik keamanannya sejak peretasan itu terjadi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya